Dirjen Penais Pantau Langsung MTQ Jatim ke-XXVIII di Tuban

Didampingi Kakankemenag Tuban Drs. H. Sahid, MM., Direktur Jenderal Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama, DR. H. Juraidi, MA saat memberikan motifasi pada Kafilah dan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Tuban.

Tuban, Bhirawa
Direktur Jenderal Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama, DR. H. Juraidi, MA meninjau langsung penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Tuban.
Kedatangan pejabat dari Kemenag pusat ini didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam , Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Dr. H.M. Amir Sholehuddin, M. Pd.I. Kakankemenag Tuban Drs. H. Sahid, MM.
Juga Kasi MTQ Kementerian Agama Pusat Ali Sibromalisi, S. Ag dan Kasi MTQ Kanwil Kementerian Agama Jatim H.N.Y. Shirothol Mustaqim, MA.
Rombongan mengunjungi beberapa venue lomba, di antaranya cabang Musabaqah Khottil Qur’an (MKQ) dan Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) di SMP Bina Anak Sholeh Tuban dan cabang Syarhil Qur’an (MSQ) di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (31/10).
Dirjen Penais mengungkapkan kekagumannya atas pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur ini.
“Kedatangan saya ke sini untuk melihat pelaksanaan di Kabupaten Tuban yang menjadi tuan rumah MTQ ke-28. Jawa Timur adalah gudangnya ahlul Qur’an,” ujarnya.
Jawa Timur, kata dia, banyak berkontribusi di MTQ tingkat nasional. MTQ sebagai ajang apresiasi kemampuan peserta oleh LPTQ.
Selain itu di Jatim banyak inovasi pelaksanaan MTQ nya. Di antaranya dengan tehnologi IT. Ada sistem live streaming, e-maqro’ online dan ada fingrjer print peserta. ”Sehingga tidak ada model joki-jokian. Ini bagus,” ungkapnya.
Lebih lanjut pria berpenampilan kalem ini menyampaikan, ada wujud pengamalan MTQ, tiga hal yang harus diterapkan dalam hidup. Yakni bekal agama untuk menjadikan hidup lebih terarah, ilmu untuk hidup menjadi mudah.
”Dan yang terakhir adalah seni untuk hidup lebih indah,” katanya.
Sementara itu Kepala Kemenag Tuban, Drs. Sahid, MM, saat ditemui usai acara mengatakan venue-venue atau tempat lomba sangat representative untuk pelaksanaan. Sebab, kegiatan MTQ sudah lama dipersiapkan untuk kafilah-kafilah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Venue-venue tersebut didesain senyaman mungkin. Sehingga siapapun yang masuk di tempat tersebut akan merasa nyaman,” terangnya.
Menurut sahid, dia melihat para peserta dan tamu undangan khusyuk mengikuti acara sampai selesai. Apalagi dewan jurinya juga sangat ramah.
”MTQ ke-28 di Kabupaten Tuban ini disebut sebagai MTQ provinsi rasa nasional,” katanya bangga.(Hud)

Tags: