Dinkes Temukan Sarang Tikus di Distributor Makanan Lebaran

Masduki menunjukkan salah satu produk makanan ringan yang sudah terbuka sebagian bungkus plastiknya saat sidak di sejumlah distributor makanan dan minuman, Rabu (8/5).

Tulungagung, Bhirawa
Memasuki hari ke tiga bulan Ramadan, Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor makanan dan miniuman ringan di Kota Tulungagung, Rabu (8/5). Dari sidak tersebut ditemukan adanya sarang tikus dan serangga lainnya di salah satu distributor yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
“Bagi Distributor yang ditemukan sarang tikus akan kami beri surat peringatan dan sanksi administratif,” ujar Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Kabupaten Tulungagung, Masduki, di sela sidak, Rabu (8/5).
Menurut dia, temuan sarang tikus akan membuat makanan terkontaminasi dan membahayakan kesehatan. “Kotoran tikus itu sumber penyakit dan sumber penularan penyakit. Karena itu nanti ada sanksi admistrasi dan bisa berujung pada penutupan,” tandasnya.
Diakui dia, kendati ada sanksi penutupan, sejauh ini belum satu pun toko atau distributor makanan dan minuman di Tulungagung yang sampai ditutup oleh Dinkes Tulungagung. Toko atau distributor yang memperoleh peringatan atau sanksi adminstrasi dari Dinkes Tulungagung biasanya langsung melakukan pembenahan.
“Seperti di toko oleh-oleh di dekat Stasiun KA Tulungagung beberapa waktu lalu, setelah kami peringatkan langsung mereka berbenah. Karenanya tidak sampai ada penutupan toko,” paparnya.
Selain ditemukan adanya sarang tikus, lanjut Masduki, di sejumlah distributor makanan dan minuman ringan tersebut juga ditemukan adanya penempatan barang yang melebihi batas dan penempatannya langsung di lantai. “Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi,” tuturnya.
Menjawab pertanyaan, Masduki menyatakan sidak akan terus dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Tulungagung selama Ramadan dan jelang lebaran. Tidak hanya ditoko grosir atau distributor, tetapi juga di tempat penjualan takjil Ramadan dan parcel lebaran.
“Ini merupakan bentuk dari perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Apalagi pada Ramadan dan jelang lebaran permintaan atau demand masyarakat terhadap makan dan minuman meningkat,” paparnya lagi. [wed]

Tags: