Dinkes Jatim Tangani 429 Kasus Hepatitis A di Pacitan

Dinkes Provinsi Jatim mendampingi langsung Dinkes Kabupaten Pacitan dalam menangani kasus Hepatitis A.

Dinkes Jatim, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim mendampingi langsung Dinkes Kabupaten Pacitan dalam menangani kasus Hepatitis A. Pasalnya, kasus dugaan suspek Hepatitis A di beberapa Kecamatan mengalami peningkatan yang mencapai 429 kasus.
Kepala Dinkes Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso mengatakan, selama kunjungan pendampingan telah dilakukan bimbingan langsung terkait tata laksana pasien, surveilans dan pengendalian risiko penularan. “Kami juga telah melakukan advokasi untuk penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa),” katanya kepada Bhirawa, Senin (24/6) kemarin.
Sesuai catatan Dinkes Jatim kasus dugaan suspek Hepatitis A sampai dengan 22 Juni ada 429 kasus. Di desa Sudimoro ada 259 kasus, Ngadirojo ada 75 kasus, Sukorejo 53 kasus, Wonokarto 14 kasus, Tulakan 19 kasus dan Bubakan 9 kasus. Kasus dugaan hepatitis A di Pacitan pertama kali ditemukan, Senin (3/6) lalu. Hingga Sabtu (22/6) pukul 18.00 WIB jumlah penderita tercatat 429 orang.
Langkah yang butuh dilakukan, lanjut dr Kohar, adalah Taspen. Akronim Taspen sendiri adalah merujuk pada tiga jenis penanganan. Yakni Tata Laksana Kasus yang Lebih Intensif serta Surveilens Epidemologi yang Lebih Akurat. Langkah lainnya adalah Pengendalian risiko infeksi.
Surveilans, kata dia, melakukan pemantauan berkelanjutan agar mampu memetakan sebaran kasus, faktor risiko dan langkah penanganan. “Upaya ini dilakukan di antaranya dengan mengisi SKDR (sistem kewaspadaan dini dan respon) secara tertib dan akurat,” jelasnya.
Disamping itu, lanjut dr Kohar terkait pengendalian faktor risiko penularan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dilakukan. Seperti buang air bersih pada jamban sehat dan cuci tangan pakai sabun saat selesai buang air besar.
“Air minum direbus hingga mendidih selama 5 menit dan disimpan dalam tempat tertutup. Makanan dimasak dengan benar dan ditutup, sumur dan tampungan air diberi kaporit sesuai standar. Limbah rumah tangga berjarak minimal 10 meter dari sumur atau sumber air,” bebernya. [geh]

Tags: