Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Jadikan Prioritas Utama Stunting

Bayu Wibowo Ignasius

Lumajang Bhirawa
Pada peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) ke 55 tahun yang bertemakan generasi Sehat Indonesia Unggul,Pemerintah kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan setempat menjadikan penanggulangan Stunting sebagai salah satu Program prioritas.
Selain itu ada empat program Nasional lainnya, seperti imunisasi ,penurunan AKI/AKB ,Penyakit Tidak Menular dan penyakit Menular,dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai Salah Satu OPD yang terlibat langsung dalam penanggulangan Stunting, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignatius ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya (4/11) mengatakan telah menyiapkan beberapa program dalam mengurangi penderita Stunting di kabupaten Lumajang.
Diantaranya dengan melakukan beberapa upaya antara lain, intervensi pemberian imunisasi, pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian obat cacing, pemberian makanan tambahan berupa susu, biskuit dan lain sebagainya.
“Harapan kita dengan upaya tersebut, remaja putri masa produktif, ibu hamil dan balita dapat ditingkatkan gizinya, selain itu peran dari OPD lain khusunya dalam penyediaan air bersih dan jamban sehat juga akan sangat berpangaruh dalam penanggulangan angka Stunting ini,” ujarnya.
Bayu juga menjelaskan bahwa selain intervensi medis, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi fan penyuluhan secara intensif tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta himbauan untuk makan makanan bergizi serta melahirkan ke fasilitas kesehatan Bian, puskesmas maupun Rumah sakit.
Pengaktifan dan penyadaran masyarakat tentang arti pentingnya Posyandu menurutnya juga terus dilakukan, sehingga pemantauan perkembangan gizi masyarakat bisa terjaga dengan baik.
“Stunting merupakan kekurangan gizi menahun, yang menyebabkan pertumbuhan tubuh tidak sesuai dengan berat badan, yang disebabkan karena Faktor Kekurangan Gizi Sejak ibu hamil sampai anak berumur 2 Tahun atau masa keemasan (golden period), Generasi Stunting Cenderung Mengalami gangguan tumbuh kembang, terhambatnya perkembangan otak, berkurangnya Kemampuan Kognitif,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa faktor yang menyebabkan Stunting umumnya disebabkan karena Ekonomi keluarga, sanitasi lingkungan yang kurang terjaga sehingga rawan timbulnya penyakit menular, masih kurangnya ketersediaan air bersih, dan pola hidup tidak sehat.
“Lingkungan sangat berpengaruh terkait angka Stunting ini, itu makanya penanggulanganya harus dilakukan lintas Sektoral,” jelasnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan, Dengan gotong-royong seperti yang dikatakan Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama OPD terkait beserta masyarakat, semoga stunting bisa kita tekan se-optimal mungkin di Lumajang, sehingga generasi mendatang menjadi generasi yang sehat, kuat dan cerdas, menjadi generasi unggulan ( milenial).
Bayu Wibowo juga menjelaskan bahwa bukan berarti hanya stunting saja yang menjadi perhatian utama, tetapi program lain seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), imunisasi , pemberantasan penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, hipertensi, jantung dan penyakit menular seperti TBC, HIV AIDS juga tetap bersama sama di giatkan, untuk menuju generasi unggul berkualitas. (Dwi)

Tags: