Diknas Intensifkan Tryout Jelang USBN SD-SMP

Salah satu kegiatan tryout UNBK yang digelar Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. [kariyadi]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Dinas pendidkan Kota Mojokerto mengoptimalkan sisawaktu yang semajin mepwt menjelang menjelang pelakdamaam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Aktifitas yang intens dilakukan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto yakni secara rutin melakuoam berbagai persiapan, mulai dari simulasi, try out dan pengecekan peralatan penunjang ujian.
Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengatakan, selain mengecek peralatan, juga melatih para Proktor, agar saat ujian berlangsung tidak ada kendala pada jaringan komputer.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Telkom terkait jaringan. Selain itu kami juga bekerja sama dengan PLN untuk mempersiapkan pelaksanaan UNBK,” terangnya.
Amin juga mengatakan, sejak tahun 2018, seluruh SD atau MI dan SMP atau MTs negeri maupun swasta di Kota Mojokerto, sudah menerapkan ujian nasional berbasis komputer
Untuk pelaksanaan try out maupun simulasi untuk jenjang SD dan MI dilakukan sebanyak tiga kali. Sedangkan untuk jenjang SMP dan MTs, rencananya akan dimulai tanggal 4 sampai 7 Maret 2019.
“Harapan kami dengan dilaksanakannya 3 kali try out USBN-BK untuk siswa SD dan MI ini, para siswa lebih siap dalam mengerjakan soal dan memperoleh nilai yang maksimal, begitu pula dengan siswa SMP,” harapnya.
Kalangan DPRD Kita Mojokerto memberikan respon positif terkait upaya persiapan yang dilakukan dinas pendidikan. Karena dengan gencar melakukan tryout bisa membantu memberikan persiapan secara mental bagi siswa.
“Semakin sering latihan, insya Alloh semakin memperkecil kesalahan secara tehnikik. Dan juga meteka bisa semakin sering belajar karena waktu tryoutnya juga sering,” ujar Deny Novianto anggota DPRD Kota Mojokerto asal Demokrat. Meski demikian, Anggota legeslatif dua periode ini mengingatkan Diknas untuk melakukan evaluasi secara detail terhadap setiap hasl tryout. Dengan demikian,maka sekecil apapun kesalahan siswa dapat dideteksi sejak dini.
“Dari kekirangan itulaj terus dilakukan perbaikan. Sehingga dapat mengghasiokan prrstasi yang baik,” pungkas Deny Novianto. [kar]

Tags: