Didukung Penuh Wali Murid, Tanamkan Pendidikan Agama Sejak Dini

Kepala RA Al Hidayah Desa Pokaan Kecamatan Kapongan Situbondo, Hamida HS SPdi, saat berpose didepan pajangan ratusan piala penghargaan yang berhasil diraih siswa siswi setempat. [sawawi]

RA Al-Hidayah Sekolah Berprestasi di Situbondo
Situbondo, Bhirawa
Di Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo berdiri sebuah lembaga pendidikan Raudlatul Aftal (RA) Al Hidayah, yang kini dipimpin oleh Hamida HS SPdi. Meski terletak di pedesaan, prestasi yang diraih lembaga pendidikan pertama pada anak usia dini ini jangan di sangsikan. Ada sedikitnya ratusan piala yang berhasil diraih para siswa siswi RA Al-Hidayah Situbondo. Tak pelak dengan banjirnya prestasi tersebut, RA Al-Hidayah menjadi jujugan para orang tua untuk menyekolahkan putera puterinya.
Kepala RA Ak-Hidayah Desa Pokaan Kecamatan Kapongan Situbondo, Hamida HS SPdi menegaskan, ia bersama pengurus yayasan, tenaga pendidik, wali murid dan pengurus komite selalu bersemangat dalam mengelola peningkatan kualitas pendidikan di RA Al-Hidayah sehingga akan prestasinya berada didepan. “Alhamdulillah, RA Al-Hidayah tetap berada di depan dalam pencapaian prestasi,” aku Hamida, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/9).
Masih kata Hamida, selama beberapa tahun terakhir ini ia bersama seluruh stake holder RA Al-Hidayah berhasil mempertahankan ikon prestasi di Desa Pokaan dan Kecamatan Kapongan. Bahkan, aku Hamida, selama kurun waktu tahun 2019, siswa siswinya mampu menyapu bersih seluruh perlombaan HUT RI ke-74. “Kami (RA Al-Hidayah Pokaan, red) mampu meraih juara 1 lomba mewarnai dalam rangka HUT Kejaksaan RI. Ini suatu prestasi yang sangat membanggakan,” tegas Hamida.
Hamida menegaskan, baru baru ini siswa siswinya juga berhasil meraih lomba mewarnai tingkat TK (Taman Kanak-Kanak), pada event HUT Adyaksa ke 59 sewilayah Karesidenan Madiun, yang dihelat di Kabupaten Magetan. Dalam event tersebut, ungkapnya, siswa RA Al-Hidayah berhasil dinobatkan sebagai peserta lomba terbaik. “Kalau lomba ditingkat Desa Pokaan dan Kecamatan Kapongan, kami selalu meraih prestasi yang terbaik. RA Al-Hidayah sudah menjadi ikon lembaga pendidikan yang kaya akan prestasi,” ujar Hamida.
Sementara itu Ketua Yayasan RA Al-Hidayah, H Imron Rosyidi, menimpali, dirinya ikut bersyukur sekaligus berbangga hati atas capaian sejumlah prestasi dalam beberapa tahun terakhir ini. H Imron yang mantan anggota KPUD Kabupaten Situbondo berharap, agar status lembaga pendidikan paling berprestasi dapat terus dipertahankan dengan baik dimasa mendatang. “Caranya harus meningkatkan kekompakan dengan berbagai elemen yang ada. Teruskan menggali ilmu dan sistem yang unggul sehingga RA Al-Hidayah terus berada digarda terdepan,” pungkas H Imron Rosyidi.

Juara Terbaik Lomba Membuat Cerita Gambar Berseri Kemenag
Selain merajai aneka lomba mewarnai tingkat lembaga vertikal, sejumlah pendidik RA Al-Hidayah juga berhasil meraih sebagai peserta tervaforit dalam ajang membuat cerita gambar berseri yang diadakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo tahun 2019. Dengan raihan prestasi ini, guru RA Al-Hidayah berhak tampil dalam event yang sama untuk tingkat Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat ini. Tim binaan Hamida HS SPdi ini terus mempersiapkan diri sehingga bisa tampil maksimal saat berlaga di hadapan tim juri lomba.
Menurut Hamida, selain lolos menuju tingkat Provinsi Jatim, para anak didiknya pada tahun 2019 juga berhasil meraih juara 1 dalam lomba pentas pendidikan yang diadakan Polres Situbondo. Bahkan, aku Hamida, anak didik terbaiknya berhasil menyapu bersih semua katagori. Mulai juara 1, juara 2, juara 3 serta juara harapan 1 direbut siswa RA Al-Hidayah Pokaan. “Termasuk juga lomba yang diadakan LP Maarif NU Situbondo, RA Al-Hidayah mampu meraih juara 1 untuk tingkat PAUD. Ini sangat luar biasa bagi kami bersama semua jajaran keluarga besar RA Al-Hidayah,” ucap Hamida seraya mengakui ia berkomitmen untuk selalu mencetak siswa menjadi anak yang mandiri.
Wanita yang juga seorang pengurus IGTK-RA Provinsi Jatim ini menambahkan, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik ia bersama enam pendidik selalu mengajarkan ilmu religius kepada semua anak didiknya.
Misalnya saja, sebut Hamida, setiap guru akan selalu menyambut siswa dengan pelukan dan ciuman kasih sayang dengan disambut siswa mencium tangan guru dengan hidung dikala bertemu di sekolah. “Ini sesuai dengan tuntunan dan ajaran Rasulullah dan para ulama. Dimana setiap siswa selalu bersalaman jika bertemu gurunya dengan hidung bukan dengan dahi atau pipi,” tegas Hamida.
Hamida menerangkan, ada banyak penekanan sehingga lembaganya kaya akan prestasi. Diantaranya, sebut Hamida, ia sepakat membuat grup WA, sebagai salah satu sarana komunikasi dan memantau perkembangan anak baik saat ada di sekolah maupun ada di rumah. “Kita punya target dengan para wali murid sehingga semua siswa menjadi anak yang matang. Tak hanya itu kami juga rajin memantau mereka saat ada dirumah dan disekolah dengan alat penghubung grup WA. Sehingga tahapan perkembangan siswa bisa terpotret dengan baik,” terang Hamida.
Sementara itu Ketua Yayasan RA Al-Hidayah, H Imron Rosyidi menuturkan, lembaganya sudah cukup lama menjalankan aturan kedisplinan termasuk untuk siswa, pendidik dan elemen yang lain. Salah satu contoh, imbuh H Imron Rosyidi, setiap hari siswa harus masuk ke sekolah sejak jam 06.50. dan sebaliknya jika ada siswa yang melewati limit waktu tersebut, pihaknya tidak akan berkompromi.
“Ini berlaku untuk semua siswa yang berjumlah 72. Jika terlambat maka pintu sekolah akan ditutup,” pungkas H Imron Rosyidi. [awi]

Tags: