Diduga Ada Perkara Asusila Guru, Wali Kota Malang Turun Tangan

Wali Kota Malang Sutiaji saat berkunjung ke SDN Kauman 3 Senin 11/2 kemarin

Kota Malang, Bhirawa
Dunia pendidikan Kota Malang kembali mendapatkan ujian, akibat kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru olahraga di SDN Kauman 3 Kota Malang. Sejumlah walimurid telah melaporkan tindakan pelecehan seksual tersebut pada kepolisian.
Wali Kota Malang, H. Sutiaji, Senin (11/2) kemarin, langsung turun tangan ke SD Kaumam 3. Pemkot Malang kata Sutiaji, tidak akan segan melakukan tindakan tegas bagi oknum guru yang melanggar norma tersebut sesuai dengan peraturan disiplin pegawai.
“Saat ini yang bersangkutan dalam binaan Pemkot Malang, siapapun PNS kalau ada masalah perlu dibina, PP 53 tahun 2010 akan diterapkan,” kata Sutiaji.
Pihaknya mengungkapkan, selain untuk memantau proses belajar mengajar, kedatangannya ke SDN Kauman 3 untuk meminta klarifikasi terkait kebenaran dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru yang akan memasuki masa pensiun pada September 2019 mendatang ini. “Saat ini sifatnya klarifikasi pada kepala sekolah. Hasilnya, ya mungkin sebagaimana sudah ramai diberitakan bahwa terjadi hal-hal yang menurut norma tidak dibenarkan,”tukasnya.
Pihaknya berharap sekolah segera mengumpulkan semua walimurid untuk memberikan kepastian dan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali. Tak hanya di sekolah tersebut, namun di seluruh sekolah yang ada di Kota Malang.
Peria yang juga seorang ustadz itu, minta kepada dinas pendidikan agar segera melakukan koordinasi kepada semua sekolah, diberikan jaminan jangan sampai terjadi lagi perbuatan yang melanggar norma tersebut.
Menganai, walimurid yang telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, Sutiaji enggan berkomentar banyak. Menurutnya, kasus yang telah dilaporkan kepolisian sudah menjadi domain kepolisian. Pria yang juga mantan anggota DPRD Kota Malang ini mengakui jika sebelumnya tidak mengetahui jika guru yang bersangkutan memiliki riwayat pernah melakukan kejadian serupa di sekolah lain.
Sebelumnya kata dia, belum pernah tahu, baukan kepala sekelahjuga merasa kaget karena selama ini tidak pernah mendengar itu. Ke depan saya berharap seluruh sekolah punya CCTV, sehingga bisa membantu mengawasi untuk mencegah kejadian yang melanggar norma. [mut]

Tags: