Diculik 2 Hari, Akhirnya Polisi Berhasil Pertemukan Shakila dengan Orangtuanya

Isak tangis mewarnai pertemuan Shakila Rahmawati dengan kedua orangtua dan saudaranya di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/1).[abednego/bhirawa]

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Polrestabes Surabaya bersama Polsek Tegalsari berhasil mempertemukan kembali Shakila Rahmawati (5) dengan kedua orangtuanya. Isak tangis bahagia mewarnai pertemuan Shakila dengan sang ibu, Siti Musrifah (35) di Gedung Command Center Polrestabes Surabaya, Kamis (18/1).
Siti berpisah dengan Shakila selama dua hari karena diculik. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Purnomo (40) dan Siti Musrifah ini sudah dua hari diculik di depan kantor Bank BRI Life Jl dr Soetomo Surabaya.
Selama dua hari Shakila diculik oleh Ahmad Wahyudi (33). Di hadapan petugas, warga Jl Kedungrejo Timur Waru Sidoarjo ini mengaku pernah memiliki istri dan satu anak. Setelah bercerai, istrinya menikah lagi dan anaknya dibawa oleh istrinya. “Anak saya sekarang seusia Shakila, saya hanya ingin merawat Shakila,” kata Ahmad di hadapan petugas Polisi, Kamis (18/1).
Ahmad juga mengaku, niat menculik Shakila timbul saat dia naik bus bersama Shakila dan ibunya dari Gresik sampai Surabaya. Ahmad berpura-pura satu tujuan dengan ibunya Shakila yang hari itu akan mengurus asuransi di BRI Life Jl dr Soetomo Surabaya.
“Saya ajak bicara, terus minta bunga saya petikkan bunga di sekitar kantor BRI. Terus saya bawa ke kos saya di Jalan Karangan IV Surabaya,” ucap Ahmad.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, penemuan Shakila dilakukan setelah adanya kerjasama antara masyarakat dan polisi. Setelah dicek dan benar, petugas kemudian menangkap pelaku di rumah kosnya di Karangan Surabaya.
Terkait motif dari pelaku, Rudi mengaku masih akan terus mendalami. “Sementara ini, pelaku mengaku ingin menjadikan Shakila sebagai anak. Karena setelah berpisah, anak si pelaku ini hidup dengan istrinya. Sehingga pelaku merasa hidup sebatang kara, dan ingin menjadikan Shakila seperti anak sendiri,” jelas Rudi.
Rudi menambahkan polisi telah melakukan beberapa perawatan terhadap korban yang masih anak-anak. Serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Kemungkinan dalam satu atau dua hari ke depan, ahli psikologis Polrestabes Surabaya memberikan ruang dulu supaya korban tidak trauma bertemu dengan keluarganya, baru nantinya dilakukan pemeriksaan psikologis.
Ditanya mengenai pemeriksaan psikologis kejiwaan pelaku, Rudi mengaku saat ini pihaknya memfokuskan pada korban terlebih dahulu. Sebab dalam waktu satu atau dua hari ini korban akan diperiksa psikisnya. “Bila perlu kita akan melakukan pemeriksaan aspek kejiwaan terhadap pelaku,” tegasnya.
Sedangkan orangtua korban, Siti Musrifah dan Purnomo mengucapkan terima kasih pada Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari, serta warga yang membantu menemukan anak keduanya ini. “Senang sekali. Terima kasih pak polisi dan warga Surabaya yang membantu mencari anak kami,” ungkap keduanya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni satu buah topi, jaket, kacamata, dot bayi, HP merek Gosco dan Advan, beberapa ATM serta satu potong celana warna hijau dan kaos abu-abu. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 328 KUHP tentang Tindak Pidana Penculikan Anak. [bed]

Tags: