Di Jatim, Warga Sidoarjo Paling Aktif Manfaatkan Aduan LAPOR

M. Wildan. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Warga di Kab Sidoarjo dianggap paling aktif diantara 38 Kab/Kota di Provinsi Jawa Timur, dalam memanfaatkan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) ” LAPOR” yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan KemenPAN RB.
Hal tersebut dilansir Dinas Kominfo Prov Jatim, dalam kegiatan Bimtek intensif pengelolaan LAPOR di gedung Grahadi Surabaya oleh Diskominfo Prov Jatim, Kamis (3/10) akhir pekan lalu, yang diikuti oleh 38 Kab/Kota di Jatim.
Disebutkan, mulai Bulan Januari sampai September 2019 ini, total jumlah pengaduan dari warga Kab Sidoarjo lewat aplikasi LAPOR tersebut ada sebanyak 669 aduan. Dengan rincian, sebanyak 55 pengaduan masih proses, 359 pengaduan telah selesai direspon dan sebanyak 72 pengaduan belum ditindak lanjuti.
Pengaduan yang termasuk belum ditindaklanjuti, kata Wildan, misalnya ada dari Dinas Perkim tentang fasilitas umum dan ada dari Satpol PP tentang ketertiban. “72 pengaduan itu belum ditindak lanjuti, karena OPD terkait di Sidoarjo masih kurang aktif,” kata Kasubid Layanan Informasi Diskominfo Kab Sidoarjo, M.Wildan, saat dihubungi Minggu (6/10) kemarin.
Agar pengaduan segera mendapat tindak lanjut, menurut Wildan, pihaknya aktiv menggelar Raker dengan para OPD. Selain itu, bagi OPD yang tidak aktiv, laporannya disampaikan pada Sekda.
Sebagai perbandingan dalam pemanfaatan sistim LAPOR itu, di Kota Surabaya sebanyak 205 pengaduan, Kab Bojonegoro ada 320 pengaduan, Kota Malang ada 145 pengaduan, Kab Pasuruan ada 83 pengaduan, Kab Ngawi ada 71 pengaduan Kab Banyuwangi ada 34 pengaduan dan Kota Kediri ada 20 pengaduan.
Wildan mengatakan Kab Sidoarjo mulai memiliki aplikasi LAPOR tersebut sejak 1 Oktober 2018 lalu. Sebagai pembinanya Bupati dan Wabup Sidoarjo. Sekda sebagai Ketua dan Dinas Kominfo Sidoarjo sebagai Sekretaris. Yakni Tim yang mengolah akun SP4N LAPOR tersebut.
Saat ini kata Wildan, masih tingkat OPD yang punya akun SP4N LAPOR. Namun nanti dirinya akan mengembangkan agar di tingkat sekolah dan Puskesmas juga punya akun SP4N LAPOR.
“Agar warga yang memanfaatkan sarana pengaduan langsung pada Pemerintah Pusat ini di Kab Sidoarjo semakin tambah banyak,” katanya.
Menurut Wildan, banyak faktor warga yang memanfaatkan aplikasi SP4N LAPOR. Pertama, karena di daerah itu banyak masalah atau juga karena warganya ikut peduli pada pembangunan daerahnya.
Sedangkan yang tidak banyak memanfaatkan, bisa jadi karena faktor di wilayah itu tidak ada masalah. Juga bisa jadi karena warganya tidak peduli atau apatis dengan daerahnya.
“Atau juga bisa jadi karena SDM warganya yang kurang. Sebab untuk menggunakan aplikasi ini harus menggunakan teknologi informasi yang berbasis Android,” katanya.(kus)

Tags: