Dharma Wanita Kota Surabaya dan Infis Gelar Sosialisasi Pemilu

Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi SPd, MSos saat memberikan paparannya tentang teknis pencoblosan dan berbagai macam surat suara, Kamis (14/2). Mulai surat suara untuk Pilpres, surat suara untuk DPD, surat suara untuk DPR RI, DPRD provinsi, kota dan kabupaten.[sufendi/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Masih banyaknya warga Kota Surabaya belum tahu tata cara pencoblosan pada Pemilu, 17 April mendatang, membuat Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya dan Independen Film Surabaya (Infis) menggelar sosialisasi dan pendidikan Pemilu di Gedung Wanita di Jl Kalibokor Surabaya, Kamis (14/2) kemarin.
Tiga narasumber memberikan paparannya yakni Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi SPd, MSos, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Khusnur Ismiati SH, CE dan Ketua Infis Fauzan Abdillah. Sosialisasi diikuti sekitar 450 undangan, yakni seluruh guru inklusi Kota Surabaya, guru home schooling, mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), para volunter dan siswa SMK.
Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Khusnur Ismiati tujuan memberikan sosialisasi, agar masyarakat benar – benar paham apa yang harus dilakukan di dalam bilik suara pada pencoblosan Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten. Sebab ternyata masyarakat banyak yang belum tahu dan bertanya-tanya. Teknis pencoblosannya nanti bagaimana.
”Ternyata dari penjelasan Ketua KPU Kota Surabaya, untuk surat suara DPD ada fotonya, untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi, Kota dan Kabupaten tidak ada fotonya dan hanya ada gambar partai dan nama saja. Dan teknik pemilihannya agar suaranya sah, maka pencoblosannya harus benar, agar suaranya sah,” jelas Bu Iis Hendro, sapaan akrabnya.
Bu Iis Hendro juga menjelaskan dengan paparan Ketua KPU Kota Surabaya, surat yang sah seperti apa, terus mencoblosnya bagaimana, di area gambar, di area nomor atau di area gambar partainya atau di area nama Calegnya ternyata banyak yang belum tahu.
Buktinya, banyak peserta sosialisasi yang bertanya. Seperti mahasiswa asal Papua, Irian Jaya yang bertanya bagaimana caranya pindah nyoblos. Maka bertepatan dengan workshop Pitching Film Inklusi sekaligus disampaikan sosialisasi pendidikan Pemilih untuk Pemilu 2019 ini. ”Harapan kami mereka paham betul apa yang harus dilakukan di dalam bilik suara saat pencoblosan Pemilu, pada 17 April mendatang,” jelas Bu Iis Hendro.
Bu Iis Hendro berharap, warga Kota Surabaya pemilik hak suara bisa menyalurkan hak suaranya secara benar. Seperti disampaikan Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi, proses Pemilu merupakan pintunya dan harus benar supaya di dalamnya juga benar. Kalau kita pilihnya benar, sosialisasinya benar maka Insya Allah, presiden yang dipilih juga benar dan wakil – wakil rakyat yang dipilih juga menghasilkan wakil – wakil rakyat yang bisa mewakili dengan amanah. Sehingga bisa membawa Indonesia ke depannya lebih baik, setidaknya pada lima tahun mendatang.
Sementara itu, Ketua Infis Fauzan Abdillah menambahkan pihaknya senang bisa mengombinasikan desain pesan media melalui film independen dengan arah sosial, budaya, pendidikan seperti saat membicarakan atau membahas masalah inklusi, disabilitas dan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Selain itu, terhadap para sukarelawan, guru inklusi, guru home schooling dan para mahasiswa, serta para siswa SMK diajak untuk menuangkan idenya dalam membuat film independen.
”Dari para undangan yang hadir kami akan menyeleksi sekitar lima tim yang beranggotakan delapan orang, untuk menuangkan idenya ke dalam film pendek tentang inklusi, disabilitas dan ABK. Dan yang terpilih akan diajak untuk membuat film independen bersama Infis,” papar Fauzan. [fen]

Tags: