Dewan Nilai Komisioner dari Wartawan Bisa Netral dan Profesional

DPRD Surabaya, Bhirawa
Terpilihnya dua wartawan menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya periode 2019-2024 mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya dari DPRD Kota Surabaya yang sangat optimis jika dua wartawan tersebut mampu membawa kenetralan dan profesionalnya KPU Kota Surabaya.
“Saya menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya dua wartawan menjadi komisioner KPU Kota Surabaya. Karakter jurnalis biasanya bisa luwes bergaul dengan siapa pun, karena mereka biasa bertemu berbagai narasumber,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, dikonfirmasi, Rabu (12/6).
Seperti yang diketahui, berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 1052/PP.06-Kept/05/KPU/VI/2019 tangal 11 Juni 2019 Tentang Penetapan Calon Anggota KPU Kabupaten/kota Provinsi Jatim Periode 2019-2024, maka terpilih 10 komisioner. Untuk komisioner terpilih nomor urut 1-5 akan segera dilantik dan 6-10 sebagai cadangan.
Adapun lima komisioner KPU Surabaya yang akan dilantik yakni Muhammad Kholid, Nafila Astri, Nur Syamsi, Subairi, dan Soeprayitno. Dari lima komisioner tersebut, dua orang di antaranya komisioner petahana yakni Muhammad Kholid dan Nur Syamsi. Sedangkan dua lainnya dari unsur wartawan yaitu Subairi dan Soeprayitno.
Subairi dan Soeprayitno merupakan mantan wartawan Koran Seputar Indonesia (Sindo). Selepas dari Sindo, Soeprayitno tetap melanjutkan profesinya sebagai wartawan di Koran Harian Pagi Memo X sebagai koordinator liputan biro Surabaya. Sedangkan Subairi sebagai staf KPU Jatim.
Menurut Mas Awi, sapaan lekat Adi Sutarwijono, karakter dari jurnalis adalah kritis dan punya daya analisa yang kuat. Ini warisan profetik sebagai jurnalis sehingga pasti akan mewarnai karakter mereka, Subairi dan Soeprayitno, dalam menjalankan tugas sebagai Komisioner KPU Kota Surabaya.
“Kita semua berharap kinerja KPU Kota Surabaya ke depan lebih baik lagi. Apalagi tahun depan, 2020, Kota Surabaya akan menghelat Pilkada yakni memilih Walikota dan Wakil Walikota. Kita berharap, terpilihnya 2 jurnalis itu memberi andil besar untuk memastikan KPU Kota Surabaya, dan seluruh jajaran di bawahnya, bekerja profesional dan netral. Kata kuncinya, profesional dan netral. Dan keduanya hal itu sudah otomatis mengalir pada diri jurnalis. Mereka terbiasa bersikap independen dan professional,” paparnya.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, KPU Kota Surabaya dapat menyelenggarakan Pilkada 2020 dengan sebaik-baiknya. “Misi penting KPU adalah memfasilitasi siapa pun untuk ikut berkontestasi di Pilkada Kota Surabaya, dan memfasilitasi rakyat untuk menyalurkan hak konstitusionalnya untuk memilih calon pemimpin terbaik di Kota Surabaya,” tandasnya. [iib.dre]

Tags: