Desa Sawotratap Sidoarjo Diusulkan E-Votting di Pilkades Serentak

Warga desa melakukan coblosan dengan cara e-votting dalam Pilkades serentak tahun 2018 lalu di Kab Sidoarjo. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Sembilan desa di wilayah Kec Gedangan, tahun 2020 mendatang akan melaksanakan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak.
Menurut Camat Gedangan, Drs Agus Sujoko MSi, ada tiga desa yang diusulkan pada Pemkab Sidoarjo, supaya bisa menggelar Pilkades serentak menggunakan mekanisme penghitungan suara secara elektronik atau e-votting. Yakni Desa Sawotratap, Desa Tebel dan Desa Wedi.
”Tapi yang sangat prioritas Desa Sawotratap, karena jumlah pemilihnya yang paling banyak, dengan menggunakan mekanisme e-votting harapan kami agar proses penghitungan suara hasil Pilkades disana bisa lebih cepat selesai,” komentar Agus Sujoko, belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Desa Sawotratap Kec Gedangan, Sanuri mengatakan, sebenarnya sangat tertarik dengan menggunakan alat e-votting untuk Pilkades di tempatnya. Dikarenakan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desanya mencapai angka 9 ribuan. Diharapkan dengan menggunakan e-votting proses penghitungan suara hasil Pilkades bisa lebih cepat selesai.
Sanuri mengatakan, saat Pilkades tahun 2014 lalu di desanya, dengan jumlah DPT yang besar sehingga penghitungan suara baru selesai pada pukul 23.00 WIB. ”Kami sebenarnya tertarik dengan mekanisme e-votting ini, cuma kami masih awam. Selain itu kami belum tahu bagaimana penyediaan alat-alat e-votting itu,” kata Sanuri.
Sementara itu, Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Sidoarjo, Suprayitno SStp Mhp menjelaskan, semua alat e-votting bagi desa yang akan memakainya dalam Pilkades serentak pada 19 April 2020 nanti, pengadaannya akan ditanggung dengan APBD Kab Sidoarjo. Alat e-votting ini akan dibantukan untuk satu desa di tiap kecamatan.
Jumlah alat e-votting tiap desa tidak sama. Tergantung pada besar kecilnya pemilih di desa setempat. Semakin besar DPT di desa itu, semakin banyak alat e-votting yang dibantukan.
Karenakan e-votting ini ada penggunaan maksimal. Tidak bisa melebihi quota yang menjadi speknya. Kalau penggunaan melebihi quota, dimungkinkan akan bisa terjadi gangguan.
Bila nantinya alat e-votting ini akan ditanggung APBD, namun pihak desa diminta tetap menyediakan APBDes nya untuk sejumlah kebutuhan yang diperlukan. Misalnya, untuk honorarium panitia Pilkades, menyediakan tiga unit CCTV yang dipasang pada sejumlah titik, anggaran rapat pembentukan panitia Pilkades dan anggaran untuk keperluan makan minum (Mamin). Tahun 2020 mendatang di Kab Sidoarjo, akan ada 173 desa di 18 kecamatan, yang akan menggelar Pilkades secara serentak. [kus]

 

Tags: