Desa – Desa di Kabupaten Ponorogo Rutin Gelar Reog Obyog

Ponorogo, Bhirawa
Setelah adanya himbauan dan evaluasi pada desa – desa yang menerima bantuan budaya peralatan Reog, didapati bahwa Gelar Budaya Purnama Reog Obyog sudah mulai rutin dilakukan oleh desa – desa se-Kabupaten Ponorogo.
“Setelah saya keliling dan saya monitor, hasilnya bagus. Program berjalan lancar. Tahun kemarin ada 18 desa yang tidak rutin menggelar pentas. Tahun ini, beberapa desa tersebut mulai rutin mengadakan pentas budaya Reog Obyog,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di Graha Krida Praja, Senin (12/08).
Menurut Ipong, seluruh desa menunjukkan kemauan untuk menggelar Pentas Reog Obyog di desanya masing – masing. Bahkan desa yang tidak lengkap sarana prasarana Reognya pun berusaha keras untuk melengkapi kekurangannya.
“Ada desa yang alatnya lengkap, tapi pemainnya kurang. Untuk melengkapi, mereka melatih anak – anaknya sendiri untuk menjadi pemain. Lalu ada yang tidak punya alat, mereka ada yang menyewa peralatan Reog. Bagi desa yang telah lengkap peralatan dan pemainnya, sekarang menjadi rutin berlatih,” jelas Bupati Ipong.
Menurut Ipong, Gelar Reog Obyog serentak menambah gairah warga Ponorogo untuk melakukan gelar budaya. Masyarakat pun sangat antusias menikmati gelaran di desanya sendiri. Selain hal itu, gelaran Reog Obyog merupakan sebuah langkah untuk melakukan regenerasi.
“Saya lihat, ini menambah gairah desa – desa untuk menggelar pentas Reog Obyog. Waktu saya keliling kemarin, masyarakat sangat antusias. Di masing – masing desa, minimal ada 500 orang melihat pentas. Bahkan di desa Carat, Kauman, masyarakat yang menonton mencapai hampir 2.000 orang,” ujar Ipong.
“Ini juga merupakan langkah regenerasi, kelak kita tidak perlu takut kekurangan pemain Reog. Misal kemarin di Jambon, padahal perawakannya kecil, tapi sudah berlatih Barong. Ini kan berarti kita sudah punya 1 calon pemain Barong,” pungkas Ipong.
Reog Obyog berbeda dengan Reog Festival / Tradisional. Perbedaannya yaitu frekuensi gelaran, formasi pemain, tempat pertunjukkan, dan iringan musik. Secara umum, Reog Obyog lebih simpel sehingga bisa ditampilkan dimanapun, bahkan di jalanan. Bantuan dana budaya dari Pemkab Ponorogo difokuskan ke Reog Obyog supaya desa dapat memainkan Reognya sendiri di desa masing – masing. Jika program ini berjalan dengan lancar, maka kelak setiap purnama, penonton dapat menikmati gelaran Reog di desa – desa seluruh Ponorogo. (yan)

Tags: