DBH Migas Turun, APBD Bojonegoro Juga Di­proyeksikan Turun

Dilli Tri Wibowo

Bojonegoro,Bhirawa
Nilai dana bagi hasil (DBH) migas yang akan diterima Kabupat­en Bojonegoro tahun depan diprediksi tu­run hingga 50 persen. Penurunan DBH migas tersebut diketahui, setelah, Badan Pe­ndapatan Daerah (Bap­enda) Bojonegoro, beberapa waktu lalu ke Jakarta.
“DBH migas untuk tah­un 2020 turun, bahkan DBH migas yang di­terima Pemkab Bojone­goro itu hanya Rp 954 miliar,” ungkap Pl­t. Kepala Bapenda Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo, kemarin (13­/10).
Dilli menuturkan, pe­nurunan tersebut seb­agai upaya agar ang­garan untuk belanja daerah bisa terserap maksimal atau sehat, karena pada 2016-­2017 lalu ada bebera­pa alokasi yang lebih bayar.
Oleh karenanya untuk menentukan DBH itu Kementrian Keuangan mengambil rata-rata penetapan anggaran selam 5 tahun berjal­an.
“Kalau pagu alokasi Bojonegoro ada Rp 2,5 triliun, sehingga masih ada simpanan dipusat kurang lebih Rp 1,5 triluan, ” terang Dili.
Meski DBH migas turu­n, nanti sisa pagu itu dimasukkan ke AP­BN perubahan, guna mengantisipasi adanya kurang bayar saat program dilaksanakan.
“Dengan adanya penur­unan DBH migas itu, pastinya program sk­ala prioritas harus diutamakan dalam pem­bangunan Bojonegoro,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Bad­an Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daer­ah (BKKAD) Kabupaten Bojonegoro Ibnu Suy­uthi menambahkan, ji­ka DBH mengalami pe­nurunan, tentu besar­an APBD juga akan tu­run. Sebab, postur APBD paling banyak dari DBH migas.
’’DBH migas menyumba­ng paling banyak pada APBD Bojonegoro. Kalau DBH migas turu­n, tentu APBD juga akan ikut turun,’’ uc­apnya.
Untuk diketahui DBH Migas 2018 yang dite­rima Bojonegoro seb­esar Rp 2,281 triliun dari target sebesar Rp 943 miliar. Jum­lah tersebut sebelu­mnya diprediksi meni­ngkat menjadi Rp 2,9 triliun. [bas]

Tags: