Dari 110 Penderita DBD Kota Blitar, Satu Orang Meninggal

M Muchlis

Kota Blitar, Bhirawa
Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Blitar, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar ditemukan 110 kasus DBD dan satu orang diantaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, M Muchlis mengatakan sesuai data dari Dinas Kesehatan Kota Blitar, selama Januari dan Februari 2019 jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Blitar mencapai 110 kasus.
“Dari jumlah tersebut, terdapat satu orang yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinkes Kota Blitar, Muchlis.
Lanjut Muchlis, satu pasien yang meninggal dunia masih berusia 11 tahun yang berasal dari Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul, dimana menurutnya awal tahun 2019 ini kasus DBD di Kota Blitar lagi meningkat, namun sampai saat ini sudah mulai mengalami penurunan.
“Pada awal tahun memang mengalami peningkatan jumlah penderita DBD karena kebetulan bersamaan dengan musim penghujan,” jelasnya.
Selain itu dikatakan Muchlis, berdasarkan data Dinkes Kota Blitar pada bulan Januari 2019 pihaknya mencatat ada 74 kasus DBD. Sedangkan pada Februari 2019 jumlah temuan kasus DBD menurun menjadi 36 kasus. Meski jumlah kasusnya menurun, Dinkes tetap meminta masyarakat waspada dengan penyebaran wabah DBD.
“Sebab sampai sekarang musim hujan masih belum berakhir, sehingga masyarakat tetap waspada untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.
Tambah Muchlis, pihaknya juga menghimbau masyarakat agar tetap ikut melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, minimal setiap seminggu sekali masyarakat diminta untuk kerja bakti membersihkan lingkungan masing-masing.
“Selain itu, peran kader juru pemantau jentik (jumantik) juga harus maksimal,” imbuhnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto juga berharap kepada Pemerintah Kota Blitar untuk selalu membantu masyarakat Kota Blitar untuk mengurangi kasus DBD di Kota Blitar seperti melakukan foging secara rutin, menerjunkan petugas jumanti secara berkala serta sering menggelar sosialisasi secara langsung penanganan pencegahan DBD di masyarakat tingkat bawah.
“Pemkot harus terjun langsung kebawah dengan melakukan foging secara rutin, sehingga tidak hanya ada kasus saja. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan serta sosialisasi bagaimana pencegahan dini yang harus dilakukan oleh masyarakat,” kata Totok Sugiarto. [htn]

Tags: