Danramil Kota Mojokerto Siap Kawal Ketahanan Pangan

Danramil Kota Mojokerto Siap Kawal Ketahanan Pangan.

Mojokerto. Bhirawa
Secara administrasi luas wilayah kota Mojokerto hanya 16,47 Km2.terbagi menjadi 3 Kecamatan.dan 18 Kelurahan. Namun, kendati tergolong Kota terkecil wilayahnya. Pemkot Mojokerto tidak mau ketinggalan dari Pemerintah Kabupaten tetangganya yang mempunyai wilayah luas. Seperti Kabupaten Mojokerto.
Hal ini dilihat dari upaya Pemkot dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto yang dipimpin oleh Drs. Heppy DP. Selalu mencari terobosan baru setiap kali melakukan pertemuan dengan para gapoktan,PPL, yang diprogram setiap bulan.bersama Danramil maupun Babinsa.
Dengan harapan para petani, setiap kali bertemu bisa tanya jawab seputar peningkatan hasil pertanian, kendala yang dihadapi dilapangan, juga terkait dengan sarana dan prasarana khususnya alat, mesin pertanian(alsintan) guna tercapainya ketahanan pangan yang mantap.
Menanggapi upaya kadishan pangan yang aktif. Danramil Magersari Kapten inf. Desto jumeno sabtu 31/8/2019 antara lain mengatakan, Kami selalu siap mengawal Ketahanan Pangan di wilayah Kota mojokerto. Salah satunya setiap kali ada pertemuan gapoktan pihak kami selalu datang.
Bahkan pertemuan yang terkini tanggal 29/8 kemarin, dua Danramil di wilayah Kota Mojokerto, yakni Danramil 0815/01 Prajurit Kulon Kapten Kav Rohyadi dan kami Danramil 0815/19 Magersari Kapten Inf Desto Jumeno hadiri pertemuan rutin Gapoktan Kota Mojokerto, di ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto, Jalan Raya Suromulang Timur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.
Saat itu Ka Dinas Hanpangan dan Pertanian Kota Mojokerto, Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si., diantaranya menyampaikan, diharapkan melalui pertemuan ini, bisa disampaikan setiap permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait sarana dan prasarana pertanian, sehingga dapat dicarikan solusi untuk mengatasinya.
Pada pertemuan kali ini, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto, sengaja mengundang narasumber dari Ampel, Boyolali, Jawa Tengah untuk memberikan sosialisasi cara membuat rumah mikroba dan pupuk organik, yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pangan, baik untuk pertanian maupun peternakan.
Dari rumah Mikroba ini dihasilkan plasma-plasma yang dapat digunakan untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas pertanian, perikanan dan peternakan. Untuk hasilnya seperti beras organik, sayur organik dan lainnya.kata Danramil.
Lebih lanjut Kapten Desto menambahkan, terkait upaya khusus (Upsus) ketahanan pangan khususnya Pajale (padi, jagung dan kedelai), alat mesin pertanian (Alsintan) guna mendukung pencapaian swasembada pangan di wilayah.
“Namun tentunya, untuk mewujudkan kondisi tersebut (swasembada pangan), selain diperlukan kerja sama semua pihak yang sinergis dan terpadu, juga harus didukung ketersediaan Alsintan, sarana dan prasarana pertanian lainnya” jelasnya (min)
Tampak dalam foto segenap Danramil wilayah Kota dan Gapoktan sedang mengikuti dengan seksama penjelasan dari nara sumber. [min]

Tags: