Dampak Luapan Bengawan Solo, 621Ha Sawah Terancam Gagal Panen

Salah satu petani yang berada di bantaran suangai bengawan solo sedang melakuan panen dini padi milik mereka setelah satu minggu terendam banjir.

Tuban, Bhirawa
Akibat banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi satu pekan lalu, sekitar 621 hektare sawah di empat kecamatan di Kabupaten Tuban terendam air dan terancam gagal panen atau puso.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, daerah yang terdampak luapan Bengawan Solo, yakni Kecamatan Rengel tedapat 500 Hektar yang terancam puso, Kecamatan Soko 17 hektar, Kecamatan Plumpang 97, 53 hektar, dan Kecamatan Widang terdapat 12,65 Hektar yang keselurahan mengalami puso.
“Ini yang terdampak banjir ada 1.060 hektar lahan sawah, dan alhamdulillah banyak sudah panen sebelum banjir merendam tanaman padi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten tuban, Drs Murtadji, Rabu (13/3).
“Saat ini proses diajukan puso 430 hektare sudah diklaimkan lewat AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi,red) Jasindo, tapi masih perlu di faktual kembali dari data dilapangan, nanti yang di ACC setiap satu hektar sawah yang diasuransikan, dengan Premi asuransi ini 36 ribu,” tambanhya.
Pihaknya juga menghimbau kepada para petani agar selalu mengaupdate dan memperhatikan informasi prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan dalam menanam, karena agar bisa meminimalisir kerugian saat bertani. “Ya, kami himbauan hasil dari prediski BMKG jadikan acuan untuk tanam,” himbaunnya
Ditempat lain, petani asal Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel Sumani (56), mengatakan lahan padi miliknya seluas 1,5 hektar juga menjadi korban banjir, akibatnya padi siap panen membusuk, dan tidak dapat diselamatkan. Atas kejadian , Sumani harus menelan kerugian hingga Rp 25 juta. “Ini sudah membusuk, inginnya pemerintah segera turun tangan, karena padi sudah tak tertolong lagi, ” kata Sumani
Hal yang sama juga dilami Kastur (61) warga setempat , luas lahan padinya juga mengalami gagal panen sekitar 2,5 Hektar. Ia berharap jika ada bantuan bibit dari pemerintah pihaknya bisa menanam lagi. “Sudah satu minggu lebih terendam banjir,” teranganya. [hud]

Tags: