Daftar Periksa RSUD Kabupaten Jombang Gunakan Sistem Online

Sistem pendaftaran online RSUD Jombang yang di coba oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, Sabtu (23/02). Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Masyarakat Kabupaten Jombang yang periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kini sudah tidak lagi harus mengantri untuk mendapatkan nomor pelayanan medis. Hanya cukup mendaftar melalui aplikasi online, masyarakat Jombang lebih cepat mendapatkan pelayanan.
Aplikasi ini dapat diakses oleh masyarakat dengan cara mendownload melalui Play store yang ada di ponsel android. Di dalam aplikasi tersebut, masyarakat bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomer urut pelayanan rawat jalan.
Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menerangkan, aplikasi ini dapat digunakan oleh pasien Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) ataupun non BPJS.
“Bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk mendaftar (pelayanan rawat jalan) secara langsung. Tidak perlu datang ke rumah sakit pada saat mau daftar,” ujar Pudji Umbaran, Sabtu pagi (23/02).
Cara mendaftar pelayanan rawat jalan melalui aplikasi RSUD Jombang ini terbilang cukup mudah. Setelah aplikasi terdownload, masyarakat cukup memasukkan nomor rekam medis dan tanggal lahir di kolom pendaftaran pasien.
Setelahnya, pasien memilih Poli yang dituju untuk pelayanan medisnya di kolom yang telah disediakan di aplikasi. Selanjutnya, akan muncul bukti pendaftaran lengkap dengan barcode identitas pendaftarannya. Bukti pendaftaran ini memuat kode pendaftaran, nomor kartu, nama pasien, tanggal pemeriksaan, dan poli tujuan, serta nomor urut antrean.
“Ini dalam rangka keterbukaan informasi publik, juga untuk menghindari pungutan-pungutan yang bisa dimungkinkan terjadi di sejumlah titik,” tambahnya.
Aplikasi berbasis android ini menurut Pudji Umbaran bisa mengurangi antrian yang cukup banyak. Mengingat RSUD Jombang merupakan rujukan rumah sakit regional Jawa Timur bagian tengah yang melayani 5 Kabupaten/Kota.
“Sebelum online ini, hampir ruang pendaftaran ini dipenuhi oleh masyarakat pengguna. Tetapi ketika kita sudah melaksanakan online ini, ya kurang lebih 10 persen mereka yang datang ke tempat kita mendaftar onsite (di tempat),” pungkasnya.(rif)

Tags: