CEO MMA Group Jelaskan Kronologis Kerjasama Proyek Hunian RISBA

Surat terbuka dari Toni Suhartono

Surabaya, Bhirawa
Setelah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan kasus proyek hunian dan investasi sarung. Toni Suhartono (terlapor) selaku CEO MMA Group menjelaskan kronologis proyek kerjasama hunian dan investasi sarung dengan rekannya Rudi Widjaja (pelapor).
Toni menjelaskan, pada Desember 2018 dirinya bertemu dengan Rudi Widjaja di kantor Toni, yaitu di Jl Gema Insani 37A RT. 002 / RW.021 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Dalam pertemuan tersebut, berlanjut ke sebuah proyek berupa pekerjaan hunian tetap type RISBA di Lombok Utara. Pada proyek tersebut terdapat biaya yang harus ditanggung bersama sesuai kesepakatan bersama.
“Ada dua kontraktor yang diusung MMA untuk pekerjaan proyek ini yaitu Prasetyo Yogo dan Rudy Widjaja. Perlu dipahami, untuk proses pekerjaan ini memerlukan waktu beberapa bulan. Alhamdulillah, dua kontraktor ini telah mendapatkan proyek ini,” kata Toni melalui surat tertulis pada Selasa (22/10).
Namun proyek tersebut terkendala setelah Prasetyo Yogo mengirimkan besi yang tidak sesuai dengan spesifikasi akhirnya Prasetyo Yogo memilih mundur dan kerugian harus ditanggung oleh MMA/Toni Suhartono pada bulan Juli 2019 hingga sekarang sudah 90 persen. “Sementara, Rudy Widjaja tidak melanjutkan pekerjaan karena harga yang tercantum di RAB tidak masuk. Dalam proses mendapatkan pekerjaan saudara Rudy Widjaja sudah habis Rp 190 Juta. Pembayaran dilakukan dengan bertahap dan sistem transfer,” jelasnya.
Pada proyek pengadaan 20 juta pcs sarung yang berasal dari Mardiana dan Ibu Yuni Huang di bulan April 2019 berupa sejumlah 20 juta pcs sarung. “Setelah dicek ke validannya, rekan saya Ahmad membenarkan adanya proyek ini dan menjamin sarung tersebut ada,” ujarnya.
Setelah itu, Ahmad mengatakan proyek sarung ini memerlukan dana Rp 400 juta. Dari situ kemudian pada tanggal 10 April 2019, Toni menawarkan proyek kerjasama kepada Rudy Widjaja dengan bentuk simpan meminjam dan dikonter dengan cek tunai Mandiri senilai Rp 150 juta yang disetujui oleh Rudy. Mengingat pada tanggal 11 April 2019, pembeli mengejar sarung tersebut maka pihaknya akhirnya membayar dengan dana pribadi sebesar Rp 250 juta dan sisanya dibayar menggunakan uang kas MMA Depok.
“Semua kami serahkan ke saudara Ahmad dan rencananya akan transaksi ditanggal 11 Oktober 2019,” ucapnya.
Usai transaksi tersebut, Rudi datang ke kantor MMA dan menyerahkan uang Rp 150 juta untuk dipinjamkan kepada pihaknya. “Dan saya ganti dengan Cek Tunai dari Bank Mandiri nomer HP 022526 dengan jatuh tempo yang saya kosongkan menyesuaikan tanggal pembayaran atas transaksi sarung tersebut dengan ibu Yuni Huang,” terang Toni.
Namun setelah dilakukan pengecekan diketahui bahwa cek tersebut tertanggal 29 Mei 2019. “Saya tidak pernah menulisnya. Rudy Widjaja memang telah mentransfer ke saya senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta, semua dilakukan di kantor MMA Group Depok,” akunya.
Sampai 12 April terlapor menunggu kedatangan pak Ahmad di kantor MMA Depok namun yang bersangkutan tidak kunjung datang. “Akhirnya saya baru sadar bahwa saya telah tertipu, dan saya menyampaikan ke saudara Rudy Widjaja kalau saya kemungkinan tertipu,” imbuhnya.
Setelah itu pihaknya telah berupaya untuk komunikasi yang baik dengan Rudy Widjaja untuk pengembalian dana akan dilakukan bulan September 2019 atau maksimal pertengahan bulan Oktober 2019 atau tanggal 15 Oktober 2019. “Saat hari yang ditentukan, saya meminta saudara Rudy Widjaja untuk mencairkan Cek Tunai dari Bank Mandiri nomer HP 022526 dan janji saya tidak akan di tolak oleh Bank,” ungkapnya.
Namun Rudy Widjaja tetap mendesak uang tersebut harus cair sebelum jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober 2019. Pada akhirnya terlapor mengetahui bahwa dirinya telah dilaporkan le Poprestabes Surabaya dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi tertanggal 09 Oktober 2019. Nomor STTLP /B/ 895/X/Res. 1.11/ 2019/ JATIM/ RESTABES/ SBY. “Saya mendapat informasi laporan di Polrestabes Surabaya dari media online dan grup WA mengaitkan Jokowi Center yang akan melaksanakan acara Syukuran dan Do’a bersama rakyat. Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tandasnya. [bed]

Tags: