Cegah Kerusakan Lingkungan, Campina Dukung Budidaya Jamur

Direktur Umum Campina Hendro Hadipranoto (kiri) bersama Lurah Desa Kuniran Kec Sine Kab Ngawi Heri Sugianto melihat budidaya jamur yang dikembangkan warga setempat, Minggu (28/4).[titis/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global atau global warming menjadi perhatian PT Campina Ice Cream Industry Tbk (Campina). Perusahaan es krim yang telah berdiri selama 47 tahun ini ikut berkontribusi aktif dengan gerakan menggalakkan pola makan vegetarian dan mengurangi konsumsi daging dan ayam di masyarakat.
Salah satu program yang konsisten dijalankan Campina adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) pembudidayaan jamur yang sudah dilaksanakan sejak 2012 silam di Desa Kuniran Kecamatan Sine Kab Ngawi.
Ngawi menjadi daerah yang dituju Campina untuk membudidayakan jamur karena beberapa masyarakat di sini sudah merintis budidaya jamur. “Usaha mereka perlu dikembangkan lebih maksimal. Karena itu kami ikut berpartisipasi aktif dalam pengembangan budidaya jamur di sini,” kata Direktur Umum Campina Hendro Hadipranoto, Minggu (28/4).
Tak hanya membantu pengembangan budidaya jamur, pihaknya juga memberikan pelatihan untuk mengolah hasil panen yang diharapkan nantinya mampu memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. “Kami berkomitmen untuk melakukan program CSR jamur yang diharapkan mampu memberikan manfaat positif kepada lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta dapat memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ditegaskan Hendro, jamur merupakan alternatif pilihan pangan yang lebih sehat kepada masyarakat. Pembudidayaan jamur ini dapat dijadikan alternatif pangan non hewani bergizi yang memiliki kandungan nutrisi yang dapat membantu mencegah penyakit, karena kaya kandungan anti oksidan. “Sedangkan peternakan sapi dan sejenisnya diketahui memberikan kontribusi pada emisi gas rumah kaca yang merusak lingkungan,” katanya.
Lurah Desa Kuniran Kec Sine Heri Sugianto mengatakan banyak petani jamur di desanya dibantu proses budidaya jamur dari Campina. Juga pelatihan mengolah jamur agar memiliki nilai jual tinggi.
“Sekarang masyarakat sini tak hanya menjual jamur saja, juga merintis berbagai produk olahan jamur mulai keripik jamur, bakwan jamur, soto jamur, mi jamur dan masih banyak lagi,” katanya.
Sedangkan Agus Mustofa selaku perwakilan petani jamur menjelaskan saat ini di Desa Kuniran ada sekitar 100 petani jarum dengan produksi rata-rata 2 kuintal per hari. Produksi jamur desa dipasarkan ke Sragen dan Karanganyar. “Permintaan jamur tinggi, saat ini kemampuan kami menyediakan masih sangat terbatas. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, produk olahan jamur makin diminati,” katanya seraya menyebut harga jamur tiram di tingkat petani berkisar Rp 9-10 ribu per kg.
Dijelaskannya dulu, masyarakat Desa Kemiren banyak yang menanam padi, sekarang banyak yang merintis budidaya jamur karena residu kecil dan ramah lingkungan. Campina selama ini membantu pendirian rumah jamur, pengadaan baglog atau media budidaya jamur hingga pelatihan untuk pengolahan jamur. [tis]

Tags: