Cara SMK Dr Soetomo Dorong Spiritualitas Siswa Lewat Sayembara Umroh

Angga Zakaria (depan, tiga dari kiri) bersama para siswa SMK Dr Soetomo usai mengikuti seleksi sayembara umroh di Masjid Alakbar Surabaya beberapa waktu lalu.

(Bayar SPP Pas-pasan, Zaki Tak Berani Mimpi Bisa Umroh)

Nasib baik berpihak pada Angga Zakaria setelah namanya terpilih untuk berangkat menunaikan ibadah umroh gratis. Sekolah tempat dia belajar, SMK Dr Soetomo Surabaya, memberi hadiah tersebut setelah dia dinyatakan lolos seleksi tahfidz dengan hadiah umroh.

Adit Hananta Utama, Kota Surabaya

Angga Zakaria tak menyangka akhirnya dia sudah sangat dekat dengan tanah suci Makkah untuk melaksanakan Umroh. Bahkan untuk bermimpi sekalipun, anak dari pasangan Rumiyati dan Hadi Suseno ini pun tak berani. Sebab untuk memenuhi biaya sekolah saja, dia masih harus mengandalkan keringanan dari sekolah.
“Saya senang sekali, orangtua juga senang sekali. Hampir setiap hari tanya tentang keberangkatan umroh saya. Bahkan semua kerabat juga dikabari, sampai yang di Madura juga dikabari kalau saya mau umroh,” tutur siswa yang akrab disapa Zaki tersebut.
Zaki termasuk siswa yang berasal dari keluarga kurang beruntung di sekolah tersebut. Orangtuanya bercerai sejak dia kecil dan tulang punggung keluarga dipundak pada ibunya. Oleh pihak sekolah, dia mendapat keringanan biaya SPP yang seharusnya sebesar Rp 185 ribu, cukup membayar Rp 100 ribu. “Ibu punya warung kecil di rumah. Hasilnya untuk membayar SPP saya. Ya, meskipun kadang-kadang juga terlambat bayarnya,” tutur siswa yang kini duduk di bangku kelas XII tersebut.
Untuk mendapatkan tiket umroh tersebut, Angga mengaku butuh usaha yang cukup berat. Sebab, dia termasuk anak yang baru mulai menghafap Alquran beberapa bulan lalu. “Saya menghafalnya lewat MP3. Saya dengarkan terus sambil diulang-ulang sampai hafal. Alhamdulillah sekarang sudah hafal Juz 30,” tutur dia.
Dalam seleksi itu, dia diuji hafalannya dengan beberapa cara. Pertama dengan melanjutkan ayat yang dibacakan penguji. Kedua, membaca dari ayat pertama surat-surat yang dipilihkan oelh penguji. Ketiga, membaca sambungan ayat dan terakhir membaca ayat terakhir dari surat pilihan penguji. “Seleksinya di Masjid Al Akbar Surabaya sama Ustadz Muzakki (Imam masjid),” tutur Zaki.
Tepat pada 30 Oktober mendatang, Angga dijadwalkan berangkat bersama rombongan para guru di sekolahnya yang juga mendapat kesempatan umroh gratis. Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya Juliantono Hadi menuturkan, sayembara itu baru dia lakukan pertama kalinya tahun ini. Sebelumnya, sekolah hanya memberikan umroh gratis untuk guru dengan diundi. “Setiap tahun ada 10 guru yang kita undi untuk berangkat umroh. Tahun ini kita pilih satu siswa dulu, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah,” ungkap pria yang akrab disapa Anton tersebut.
Tahun ini, Zaki terpilih dari 30 siswa yang mendaftar untuk mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, enam siswa disaring hingga tahap paling akhir mengikuti seleksi di Masjid Al Akbar Surabaya. Selain berasal dari siswa yang kurang mampu, Anton mengakui, Zaki termasuk peserta didik yang menonjol di kelasnya secara akademik.
Anton yakin, jika tahun depan sayembara ini kembali digelar akan menarik lebih banyak siswa untuk ikut dalam sayembara tersebut. Dengan begitu, dia berharap siswanya akan terpacu untuk semangat belajar mengaji dan menghafal Alquran. “Kita ingin anak didik kita ini juga terpacu semangatnya dalam mempelajari agama. Tidak sekadar menguasai pelajaran dan sibuk dengan praktikum,” ungkap Anton.
Penguatan spiritual siswa, lanjut dia, menjadi salah satu cara yang diyakini sangat kuat dalam membentuk karakter siswa. Terlebih di sekolah yang dia pimpin, karakter siswa sangat heterogen. Dengan kondisi tersebut, siswa cenderung mudah terpengaruh ke arah yang negatif. “Tujuan utamanya adalah pembentukan karakter siswa. Umroh adalah pelecut untuk memotivasi semangat siswa,” pungkas dia. [tam]

Tags: