Caleg Terpilih di Kabupaten Gresik, M Mahmud Segera Disidang

Tersangka M Mahmud bersama artis Elma Teana saat kampanye. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Dalam waktu dekat kasus yang menjerat M Mahmud (54), Caleg terpilih DPRD Kab Gresik dari Partai Nasdem segera disidangkan. Sebab, berkas perkara tersangka pemalsuan dokumen jual beli tanah itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik.
Menurut Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, R Bayu Probo Sutopo SH, dalam waktu dekat perkara Mahmud segera disidangkan. ”Dalam pekan ini. Kalau tidak besok ya besok lusa,” kata Bayu, Rabu (12/6)
Mahmud, mantan Kepala Desa (Kades) Banyuwangi, Kec Manyar dan Caleg terpilih Dapil VIII, yaitu Manyar, Sidayu dan Bunga itu terseret kasus hukum karena diduga telah melalukan tindak pemalsuan dokumen jual beli tanah untuk Proyek Properti AKR Land Estate Marina City di Manyar. Mahmud dilaporkan PT Bangun Sarana Baja (BSB) selaku korban ke Polda Jatim pada Rabu 11 April 2018 lalu. Namun oleh Kajari Gresik Mahmud dijebloskan ke Rutan Banjarsari setelah menerima pelimpahan tahap II dari Polda Jatim, tepatnya pada 9 April 2019.
Pemalsuan itu terjadi saat Mahmud masih menjabat sebagai Kades Banyuwangi. Kasus itu bermula dari penjualan tanah milik Ainul Hadi seluas 1,3 hektare di Desa Banyuwangi, Kec Manyar, Gresik yang dilakukan Mahmud. Status tanah ini belum bersertifikat, tapi masih Petok D bernomor 440 A. Namun, oleh Mahmud tanah itu dijual ke PT BSB dan dilakukan IJB di Kantor Notaris – PPAT Kamiliah Bahasuan SH, di Jl Panglima Sudirman Nomor 48, Gresik.
PT BSB kemudian menjual tanah itu ke AKR Land difasilitasi Mahmud dengan harga Rp6 miliar. IJB juga dilakukan di Notaris – PPAT Kamiliah Bahasuan SH. Padahal, Ainul Hadi selaku pemilik lahan merasa tak pernah menjual tanahnya seluas 1,3 itu. Kemudian, Ainul Hadi memblokir tanah miliknya petok D 440 A itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik.
Akibatnya, AKR Land tidak bisa mengurus sertifikat tanah yang sudah terlanjur dibeli itu. Merasa ditipu, kemudian PT BSB melaporkan Mahmud ke Polda Jatim. [eri]

Tags: