Bupati Trenggalek Minta Bawaslu Bekerja Lebih Efektif

Bupati Trenggalek Emil Elestianto saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi stakeholder terkait sengketa pengawasan Pemilu 2019.

Trenggalek, Bhirawa
Jelang Pemilu legislatif 2019 Badan Pengawasan pemilu Trenggalek (Bawaslu) gelar rapat koordinasi stakeholder terkait sengketa pengawasan Pemilu 2019 dan proteksi pelanggaran pemilu di gedung Hayam Wuruk Trenggalek,Kamis (25/10)
Dalam acara ini hadir Bupati Trenggalek ,Emil Elestianto Dardak,serta perwakilan kepala kejaksaan negeri (kejari), Kapolres, Dandim, dan KPU. Sebagai peserta Rakor ketua DPRD kepala Dispendukcapil,Kepala Kasbangpol, Kasat pol PP, camat, Polsek, Koramil, Panwaslu Cam, PPK, tomas, ketua parpol, tim kampanye capres dan cawapres 2019 -2024.
Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, menyampaikan Pemkab mengapresiasi dan memberi dukungan kepada Bawaslu agar bisa bekerja dengan baik dan lebih efektif. Tentunya perlu juga semua yang hadir ikut menjaga kondusifnya lingkungan di Trenggalek.
“Jangan sampai semua jalan ditempat karena ajang pemilu ini. Kita harus tetap menjaga tensinya agar tetap terjaga nanti nilai persaudaraan sesuai kultur masyarakat kabupaten Trenggalek. Dari 450 caleg yang bakal terpilih 45 harusnya ini bisa dibuat lebih santai” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu, Ahmad Rohani mengungkapkan harapannya Bawaslu ikut menjaga mengawasi proses pemilu di kabupaten Trenggalek. “Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi Trenggalek dalam proses demokrasi sesuai yang diharapkan oleh masyarakat Trenggalek”ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penting mengetahui prosedur dalam proses pengajuan sengketa oleh bacaleg baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu Ketua Bawaslu menegaskan substansi dari suksesnya pelaksanaan Pemilu adalah partisipasi pemilih,Partai,kandidat dan publik.
“Untuk itu dalam acara tersebut kami juga mengundang beberapa pihak antara lain dari lembaga swadaya masyarakat (LSM ), Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP),Majelis Ulama Indonesia (MUI ), GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Forum kajian Mahasiswa (Fokam), ” terangnya.
Lebih lanjut , Ahmad Rohani menerangkan diperlukan langkah pencegahan terkait partisipasi kandidat agar tidak terjadi insiden pemilu. Dari hasil analisis insiden kerawanan pemilu yang lazim disingkat IKP ,bahwa di Trenggalek termasuk sedang.
“Penting bagaimana penyampaian sengketa oleh caleg baik tingkat kabupaten maupun provinsi dalam pengajuan sengketa ke bawaslu” uangkap jelas dihadapan stakeholder. [wek]

Tags: