Bupati Situbondo-Wabup Gelar Pengajian Bersama Kiai dan Warga

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto dengan didampingi Wabup H Yoyok Mulyadi bersama para kiai dalam acara selamatan boyongan ke pendopo kabupaten, Senin malam kemarin. [sawawi/bhirawa].

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto dengan didampingi Wabup H Yoyok Mulyadi bersama para kiai dalam acara selamatan boyongan ke pendopo kabupaten, Senin malam kemarin. [sawawi/bhirawa].

Situbondo, Bhirawa.
Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo periode 2016-2021 oleh Gubernur Jatim DR Soekarwo 17 Pebruari 2016 lalu, pasangan Dadang Wigiarto-Yoyok Mulyadi, baru sempat menggelar selamatan dan pengajian, dalam acara boyongan ke pendopo Kabupaten, Senin malam kemarin (29/2).
Acara yang bernuansa sederhana dan merakyat itu digelar di pendopo Kabupaten dengan dihadiri sejumlah kiai khos asal Kota Situbondo, diantaranya KHR Kholil Asad, KH Zaki Abdullah, Gus Faqih dan sederet habib yang tersebar di Situbondo.
Hadir pula dari jajaran birokrasi, mulai Sekda Syaifullah, kalangan Forpimda, pimpinan SKPD dan pejabat Pemkab juga turut ambil bagian dalam acara selamatan boyongan orang nomor satu dan orang nomor dua di Kota Bumi Solawata Nariyah itu.
Yang membanggakan, sejumlah masyarakat berikut tim sukses duet H Dadang Wigiarto dan Yoyok Mulyadi juga tumpah ruah di pelinggihan pendopo, di Jalan RA Kartini nomor I tersebut. Pun demikian, dari isteri Bupati dan Wabup Situbondo berikut isteri-isteri pejabat Pemkab tampak antusias dalam deretan undangan kemarin.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dalam sambutannya mengakui sejak awal pencalonan sebagai Bupati sudah banyak bantuan dan pengorbanan baik berupa materi dan non materi yang diberi seluruh elemen pendukungnya.
Semua itu, kata Bupati Dadang, tidak akan sia-sia dan selalu berharga karena sejalan dengan naungan cita cita dari KHR Kholil Asad dan kiai-kiai lain di Kabupaten Situbondo. “Bahkan kalau saya berangkat menjadi calon, tanpa diberi amanah oleh beliau, barangkali bisa dipastikan tidak akan ada apa apanya dibanding cita-cita beliau,” aku Bupati Dadang.
Itu karena, lanjut Bupati Dadang, sosok beliau KHR Kolil Asad merupakan sosok  tauladan, antara yang didawuhkan dengan hal hal yang beliau kerjakan dalam kesehariannya. Ini mencerminkan, lanjut Bupati Dadang, antara yang didawuhkan dengan sikap dan tingkah laku  yang beliau dilakukan sangat seirama.
Selain itu, kata Bupati Dadang, dalam barisan beliau masih ada barisan kiai- kiai yang memiliki kesamaan cita cita. Contoh misalnya, para kiai urunan untuk memberi contoh kepada masyarakat yang ada dibawah sekaligus memberikan sokongan moral bahwa dalam kehidupan berpolitik berbangsa, para kiai selalu ikut berkorban secara materi.
“Ini bukan sesuatu yang tidak ada hasilnya, walau jangkauan hasilnya sangat subjektif. Apa yang bisa kita lihat, orang yang mencintai kiai, tidak akan menggunakan cara cara money politik dalam pencalonan pilkada tahun lalu,” terangnya.
Kekompakan para kiai di Kabupaten Situbondo ini, urai Bupati Dadang, selalu jadi buah bibir bagi tokoh-tokoh yang ada di luar Situbondo. Apa yang terjadi di Situbondo, ungkap Bupati Dadang, di Situbondo bisa menjadi contoh bagi sederet tokoh yang ada di belahan nusantara.
Hebatnya lagi, ungkapnya, Bupati dan Wabup yang baru dilantik untuk lima tahun mendatang tidak akan dicampuri kewenangannya oleh kiai. “Saya tidak pernah dibebani oleh beliau. Dan ini full kewenangan Bupati dan Wabup. Tapi beliau berujar akan menemani secara moral, integritas, keagamaan hingga masa kepemimpinan selesai,” tegas Bupati Dadadng.
Dengan sikap tegas Kiai itu, Bupati Dadang dan Wabup Yoyok mengaku terhibur. Ini karena para kiai berkomitmen tidak akan pernah meninggal Dadang-Yoyok dalam persoalan dunia dan akhirat. Sebab kiai selalu memberikan peluang bersama sama.
Bupati Dadang juga mengakui dunia politik di mana-mana selalu menghalalkan segala cara dan bahkan politik itu selalu kotor. “Dalam dawuhnya yang disampaikan KHR Kholil, pada hakekatnya politik itu suci. Itu sama seperti masa Nabi Muhammad saat hijrah dari Mekkah ke Madinah dahulu,” pungkas Bupati Dadang. [awi,adv]]

Tags: