Bupati Sidoarjo Larang Masyarakat Tiru Budaya Asing

Bupati Saiful Ilah, didampingi Camat Sidoarjo dan Kades Rangkah Kidul, memotong tumpeng dalam acara kirab Tumpeng. [alikus]

Sidoarjo, Bhirawa
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, melarang masyarakat Kab Sidoarjo untuk meniru-niru kehidupan dan budaya asing yang tidak sesuai dengan adat ketimuran Bangsa Indonesia.
Dirinya minta masyarakat Sidoarjo justru harus dapat melestarikan budaya leluhur warisan nenek moyang Bangsa Indonesia, supaya tidak sampai punah dimakan oleh perkembangan zaman.
“Jangan sampai anak cucu kita sendiri, tidak tahu budaya luhur nenek moyangnya, tahunya malah budaya Barat, yang adat istiadat budayanya tidak sama dengan dengan budaya bangsa kita, sebagai orang tua dan sebagai pemimpin daerah, saya sedih bila kondisi itu sampai terjadi,” ujar Bupati Sidoarjo yang sudah berumur hampir 70 tahun itu.
Nasihat tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo dua periode itu, tatkala menghadiri acara kirab Tumpeng untuk kegiatan ruwah desa Rangka Kidul Kec Sidoarjo, Jum at (19/4) akhir pekan kemarin.
Dalam acara kirab Tumpeng, akhir pekan kemarin itu, berbagai bentuk macam Tumpeng dengan berbagai kreasi, disajikan masyarakat Desa Rangka Kidul. Puluhan Tumpeng tersebut selanjutnya dikirab keliling desa yang berada di wilayah bagian timur Kec Sidoarjo Kota itu.
Kegiatan tersebut sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai macam nikmat rezeki yang diberikanNYA kepada semua warga desa dan alam lingkungannya. Sehingga bisa hidup damai, tentram dan aman.
Bupati Sidoarjo yang banyak mengenal budaya di Kab Sidoarjo di wilayah timur itu mengatakan, Kab Sidoarjo yang banyak memiliki budaya harus dipelihara dan dijaga . Untuk itu masyarakat Sidoarjo dimintanya untuk mencintai budaya daerahnya sendiri.
“Acara kirab Tumpeng seperti ini apabila dikelola dengan baik seiring dengan perkembangan zaman saat ini, akan bisa dijadikan suatu aset wisata budaya,” katanya serius. Selain beragam manfaat positif lainnya, kegiatan Kirab Tumpeng itu, menurutnya juga bisa bermanfaat untuk menjaga silahturahmi antar penduduk desa. Sehingga kondisi desa jadi aman dan damai. Juga silahturahmi ulama maupun Pejabat di Pemerintahan yang diundang.
Menurut Kepala Desa Rangka Kidul, Warlheiyono, acara kirab tumpeng dalam kegiatan ruwah desa itu menjadi agenda rutin tiap tahun di desa tersebut. Pelaksanaannya pada Bulan Ruwah atau Bulan Sya’ban menjelang Bulan Suci Ramadan.
Kirab Tumpeng di desa itu, kata Warlheiyono, diikuti oleh seluruh rukun tetangga ( RT ) yang ada di Desa Rangka Kidul. Menurutnya pelaksanaan tahun ini dianggap lebih semarak dibandingkan pada tahun lalu.
“Karena pada tahun ini, kami memberikan motivasi bonus, untuk satu RT kita beri sebesar Rp1 juta,” ucapnya. Agar semakin semarak, kegiatan tinggalan nenek moyang di desa itu, akan dilombakan pada tahun depan. Tumpeng yang akan terpilih jadi juara, akan diberikan hadiah sebesar Rp5 juta.
“Kami sebagai pimpinan di desa ini, sangat berharap, dengan diadakan kegiatan seperti ini, agar kehidupan sosial masyarakat Desa Rangka Kidul semakin rukun, guyub dan kompak,” ujarnya. [kus]

Tags: