Bupati Sidoarjo Buka Kontes Ternak dan Panen Pedet di Puspa Agro

Pemotongan tumpeng dari Bupati Sidoarjo Saiful Illah, diserahkan pada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita, didampingi Kadisnak Jatim, drh Wemmi Niamawati MMA, di Pasar Puspa Agro, Sidoarjo, Sabtu (27/10)

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pameran Kontes Ternak dan Panen Pedet Tahun 2018, di Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya dibuka Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita, dan Kadisnak Jatim, drh Wemmi Niamawati MMA. Sabtu (27/10).
Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita mengatakan, pihaknya memilih Jawa Timur dalam kontes nasional, dikarenakan Jatim dinilai merupakan gudang ternak di Indonesia.
“Setidaknya di Jawa Timur terdapat Sekitar 55 sampai 60 persen sapi. Ketika Jatim ini goyang ternaknya, maka kami akan goyang semua. Jadi Jatim harus berikan rangsangan yang kuat,” katanya, disela kunjungan di stan pameran.
Ia memuji, karakter peternak, inseminator dan kepala dinas dibidang peternakan di Jatim sangat bersemangat. Apalagi dengan adanya kesuksesan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
“Sebenarnya mencapai 96 persen sudah oke, namun dapat dicapai 125 persen. Ini sungguh luar biasa. Kita ingin melihat loncatan populasi. Karena tujuannya tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga ekspor,” tandasnya.
Lebih lanjut, dijelaskan, angka kelahiran sejak pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2017 hingga saat ini (23/10, red) sudah lahir 2.314.065 ekor dari indukan sapi milik peternak. “Kinerja nasional Upsus Siwab tercatat dari data yang sudah masuk dalam sistem iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi) telah mencapai angka yang menggembirakan,” ujarnya.
Diprediksikan, untuk enam bulan ke depan pedet yang lahir akan dapat mencapai 3,5 juta ekor lebih. Prediksi ini berdasarkan catatan saat ini dan ada tambahan dari sapi yang bunting. Selain untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Upsus Siwab juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya genetik ternak sapi.
Sementara terkait dengan kontes ternak , ia mengatakan, kontes itu bertujuan untuk memberikan rangsangan terhadap peternak-peternak untuk memelihara ternak lebih baik lagi. “Kami siapkan 79 ekor sapi untuk juara 1-5,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, jika program upsus siwab berhasil maka ke depan, secara bertahap akan mengurangi jumlah nilai impor. “Jelas impor harus berkurang, saat ini setidaknya ada 60 persen jumlah sapi di Indonesia, seiring waktu dengan keberhasilan upsus siwab menjadi 80 persen, dan akhirnya impor dapat tertekan hingga 10 persen saja,” katanya.
Ditempat yang sama, ketika membuka pameran itu, Bupati Sidoarjo Saiful illah juga menyampaikan terimakasih pada Kementerian Pertanian, ditempatkannya Sidoarjo sebagai lokasi penyelenggaraan kontes ternak sapi dan pedet.
Untuk kontes ternak, Bupati berharap dapat memotivasi peternak yang lainnya supaya beternak lebih semangat. “Panen pedet merupakan bukti panen rakyat dari hasil Inseminasi Buatan (IB). Dan kawin suntik masal merupakan tindak lanjut dari IB yang dilakukan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Saiful illah berkeinginan, nantinya akan menaruh sepasang sapi di pesantren yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Harapannya, kedepan jumlah sapi di Sidoarjo juga mengalami pertumbuhan lebih banyak lagi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, drh Wemmi Niamawati MMA mengatakan, keberhasilan Upsus Siwab di Jatim. Tahun 2018 targetnya 1,29 juta ekor dan sampai 18 Oktober 2018 ternyata realisasinya sebesar 125 persen. Ini menyumbang 43 persen kontribusi Jawa Timur terhadap nasional.
“Dalam kontes Ternak dan Panen Pedet Jawa Timur tahun 2018 ini banyak tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada pelaku peternak sapi potong dalam produksi sapi ternak potong berkualitas,” katanya.
Selain mengapresiasi, lanjutnya, pihaknya juga memberikan motivasi kepada peternak dalam peningkatan produktivitas dan bididaya usaha peternakan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang hasil atau melakukan sub sektor peternakan serta menginisiasi teknologi peternakan terbaru untuk meningkatkan daya saing ternak dan produk olahan.
Untuk kontes ternak, diikuti pemerintah pusat, daerah dan swasta. “Panen pedet diikuti2000 ekor dari Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Blitar,”kata dia.
Acara puncak akan dihadiri Bapak Presiden, Bapak Menteri dan Bapak Gubernur. Pada acara puncak juga diserahkan penghargaan bagi pemenang kontes ternak, petugas berprestasi, serta pemenang lomba lingkup pertanian, peternakan di lingkup provinsi Jawa Timur. [rac.ach]

Tags: