Bupati Ponorogo Imbau Masyarakat Jangan Percaya Doktrin Kiamat

Bupati Ipong

Ponorogo, Bhirawa
Terkait dengan adanya fenomena puluhan warga Ponorogo yang terpengaruh doktrin kiamat dan pindah ke Malang, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menghimbau masyarakat Ponorogo untuk tidak mudah percaya pada ajaran – ajaran yang tidak masuk akal.
“Untuk warga yang akan menyusul hijrah ke Malang, kami belum dapat membuat upaya maksimal untuk menghentikannya. Masalah ini belum ditentukan oleh aparat atau pihak yang berwenang sebagai tindakan sesat atau tindakan pidana. Kita tidak bisa melarang orang bepergian, kita juga tidak bisa melarang orang menjual barang miliknya sendiri,” ujar Bupati Ipong di rumah dinasnya, Kamis (14/03).
“Tetapi kita upayakan dengan membuat himbauan, yang diberi penekanan, agar mereka bisa segera paham. Doktrin kiamat itu adalah ajaran dari padepokan thoriqoh. Sebenarnya isinya itu tidak ada penyimpangan, hanya saja untuk praktek dan penerapannya mungkin sesat. Pagi tadi Kapolres Ponorogo telah memerintahkan personilnya untuk memeriksa ustadz atau tokoh padepokan thoriqoh tersebut,” sambungnya.
Bupati Ipong telah membuat tim yang turun langsung ke lapangan, tepatnya ke desa Watubonang Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo, dimana warga di desa itulah yang banyak pindah ke Malang.
Tim itu dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo dan beranggotakan di antaranya MUI, NU, Muhammadiyah, Camat Badegan, Koramil Badegan, dan Kapolsek Badegan.
Tim tersebut berkoordinasi dengan Kepala Desa Watubonang, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mengumpulkan warganya dan memberikan pemahaman sehingga mereka tidak jadi pergi ke Malang.
Selain itu, Pemkab Ponorogo juga akan mengumpulkan semua Camat dan Polsek di Ponorogo agar mengarahkan seluruh Kepala Desa / Lurah, untuk memberikan himbauan pada warganya masing – masing.
“Akan kami arahkan Kepala Desa / Lurah untuk mengumpulkan warganya dan menghimbau mereka agar tidak mudah terpengaruh ajaran – ajaran yang tidak masuk akal,” jelas Ipong.
“Ke depannya, kami akan mengajak organisasi masyarakat dan organisasi agama untuk memberikan pembekalan pada warga supaya tidak terpengaruh hal – hal seperti itu tadi,” pungkasnya. [mb10]

Tags: