Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Sepakat Lobi Kementrian PUPR

Berkoordinasi dengan Kementrian PUPR, Bupati Novi Rahman Hidayat dan Wabup Marhaen Djumadi melakukan pertemuan dengan sejumlah Dirjen.(ristika/bhirawa)

(Usulkan Tambahan Anggaran Perbaikan Infrastruktu

Nganjuk, Bhirawa
Demi mengejar target 2021 bebas jalan berlubang di Kabupaten Nganjuk, Bupati Novi Rahman Hidayat dan Wabup Marhaen Djumadi gencar melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Diharapkan, ada tambahan dana dari APBN untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak sebagai dampak pembangunan tol trans Jawa.
Sebagaimana diketahui, masyarakat Nganjuk sempat terkena dampak kerusakan jalan akibat pembangunan tol trans jawa. Pemerintah mencatat setidaknya terdapat 42 titik jalan yang rusak parah. Saat ini, kerusakan jalan telah mulai diperbaiki dan sebagian sudah dirampungkan.
Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melalui pesan tertulisnya menyebutkan, Pemkab Nganjuk telah menargetkan daerah ini bebas jalan rusak pada bahwa tahun 2021.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut. Antara lain dengan melakukan pendekatan atau approach ke Pemerintah Pusat melalui kementrian terkait.
Wabup Marhaen juga menyampaikan, bersama Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat menemui Dirjen Bina Marga, Direktur Jalan Bebas Hambatan serta Dirjen pengembangan jaringan jalan dan Sekretaris Jenderal Kementrian PUPR di Jakarta. Koordinasi ini membawa misi untuk memperjuangkan perbaikan jalan rusak di Kabupaten Nganjuk. “Saya mohon doa dan dukungan segenap komponen masyarakat Nganjuk, agar agenda pertemuan di Kantor Kementerian PUPR Jakarta menghasilkan manfaat besar bagi upaya pembangunan di Kabupaten Nganjuk,” harap Marhaen.
Dalam pertemuan tersebut, Marhaen menyebut sejumlah agenda pembahasan diantaranya pemanfaatan rest area jalur tol untuk masyarakat Nganjuk. Kemudian penyelelesaian 39 titik jalan rusak sebagai dampak dari proyek jalan tol sementara yang sudah dilakukan perbaikan 12 titik. Selain itu juga laporan tindak lanjut pemanfaatan dana reward 20 miliar hasil kompensasi program PUPR. “Kami juga menyampaikan bahwa dana insentif daerah sekitar 31 miliar, sudah pada proses lelang. Disamping itu usulan dana alokasi khusus (DAK) untuk daerah bisa ditambah serta usulan DAK Penugasan,DAK Kebijakan Pimpinan” pungkas Marhaen.
Informasi yang diperoleh Bhirawa menyebutkan, total jalan rusak akibat proyek tol yang telah diperbaiki sepanjang 300 kilometer. Tahap awal jalan yang diperbaiki yang ada di wilayah perkotaan dan pinggiran kota. Kemudian dilanjutkan memperbaiki seluruh jalan rusak terdampak pembangunan jalan tol yang ada di Kabupaten Nganjuk. Setidaknya ada 13 titik jalan rusak yang mulai diperbaiki dengan pendanaan dari Kementerian PUPR.
Secara keseluruhan tahap awal perbaikan jalan rusak bakal selesai pada akhir Juli 2019.
Namun diharapkan saat Lebaran jalan yang rusak parah sudah ada perbaikan. Sejumlah jalan rusak terdampak pembangunan jalan tol di Kabupaten Nganjuk tersebar di wilayah Kecamatan Baron, Sukomoro, Sumengko dan Kertosono.
Kerusakan jalan terjadi akibat dilalui truk pengangkut material tanah uruk untuk pembangunan jalan tol yang melintas di Kabupaten Nganjuk. Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan seluruh jalan rusak sepanjang 300 KM mencapai Rp 275 miliar. Sedangkan secara keseluruhan jalan rusak terdampak jalan tol selesai diperbaiki semua pada tahun anggaran 2020.(ris)

Tags: