Bupati Gresik Ingatkan Calon Pejabat Eselon II Berinovatif

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat pelaksanaan Assisment Center. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Dihadapan para pejabat eselon III yang sedang menjalani seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mempercayakan tahapan seleksi kepada Pansel (Panitia Seleksi) JPT. Bupati meyakini Pansel bekerja serius dan profesional dalam pelaksanaan seleksi bakal calon pejabat yang akan mengisi kekosongan di lima posisi pejabat eselon II.
Hal itu dikatakan Bupati Sambari sesaat sebelum pelaksanaan Assisment Center dimulai yang dilangsungkan di Ruang Puteri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Rabu (3/7) kemarin. ”Dari sekian banyak pendaftar, Pansel telah menetapkan saudara sekalian (peserta seleksi) untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Siapapun yang terpilih, adalah hasil kerja Pansel yang profesional,” ujar Bupati Sambari.
Selain itu, Bupati Sambari juga mengapresiasi kepada para pendaftar yang mengikuti seleksi JPT Pratama lantaran cukup ramai peminat. ”Berarti masih banyak orang – orang yang optimis dan semangat mengabdi untuk negeri, utamanya bersama Pemkab Gresik,” kata Bupati Sambari.
Kepada calon pejabat eselon II, Bupati juga menitip pesan untuk menciptakan inovasi dan gagasan baru demi kemajuan Kab Gresik. Tentu inovasi ini yang diharapkan bersentuhan langsung dengan pelayanan publik atau masyarakat.
”Karena upaya kita selama ini adalah melayani masyarakat diberbagai aspek pelayanan publik. Maka inovasi dan gagasan baru itu perlu untuk diciptakan. Selain itu, juga diharapkan turut menunjang inovasi yang sudah ada di tiap-tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” papar Bupati.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Sutrisno mengatakan, sebagaimana diketahui seleksi JPT Pratama ini diikuti oleh 35 pejabat eselon III. Adapun posisi yang diperebutkan yakni Asisten II perekonomian yang diikuti empat peserta, Dinas Pemuda dan Olahraga diikuti enam peserta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diikuti sembilan peserta, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa diikuti 10 peserta dan Dinas Kesehatan diikuti enam peserta.
Masih, menurut Sutrisno, dari serangkaian tes yang dijalani hingga tes kesehatan, akan dipilih tiga pejabat yang lolos di tiap – tiap OPD. Jadi, mulai tes, penyerahan makalah dan wawancara, dari 35 pejabat yang mendaftar itu bakal diseleksi tinggal 15 orang. ”Masing-masing tiga pejabat di tiap OPD, akan diserahkan kepada Bupati untuk mengikuti tahapan selanjutnya,” imbuhnya. [eri]

Tags: