Bupati Fadeli: Lamongan Miliki Kader dan Kampung KB Terbesar di Jatim

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI, di Gedung Sport Center, Kabupaten Lamongan sukses jalankan program Keluarga Berencana.(Alimun Hakim/Bhirawa)

Lamongan, Bhirawa
Bupati Fadeli di momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXVI Kabupaten Lamongan Tahun 2019 menegaskan berjalan optimalnya program-program keluarga berencana menjadikan Lamongan menjadi Kabupaten percontohan nasional .
“Laju pertumbuhan penduduk di Lamongan menurut data statistik masih minus 0,02 persen. Tapi kalau berdasarkan rata – rata kelahiran Lamongan masih di bawah Jatim 1,92 kalau Jatim sudah mencapai 1,97″Kaya Fadeli di Sport Center Lamongan,Selasa(6/8).
Fadeli juga mengungkapkan,Kader UPPKS jumlah terbesar d Jatim ada 480 dan kampung KB di Lamongan ada 102 dan ini terbesar di Jatim.
Selain itu ada pembinaan yang dilakukan oleh BKKBN dengan menggandeng Disperindag.”Sebuah kemajuan yang dimiliki Kabupaten Lamongan dalam upaya meningkatkan keluarga sejahtera dan bahagia yang di mulai dari keluarga kecil kita masing masing.Luar biasa kerja keras para kader , masa depan ayo terus kita tingkatkan melalui UPPKS. Tadi saya lihat hasil dan produknya luar biasa”terangnya.
Fadeli berpesan, Disperindag dan Dinas Koperasi terus bersinergi dengan BKKBN untuk meningkatkan kwalitasnya. Biar ada nilai tambah dari keluarga – keluarga Lamongan.
Bupati Lamongan Fadeli juga menyatakan, gerakan 18-21 pencetusnya adalah Kabupaten Lamongan. “Dan sekarang (program 18-21) diterapkan secara nasional, jadi kita harus lebih tingkatkan lagi. Tidak tidak hanya 18-21 tapi kita sudah bergerak ke desaku pintar, di desaku pintar ada 10 tataran, dan yang teratas ada 18-21,” tuturnya.
Sedangkan penanganan kasus stunting di Lamongan, dikatakan Fadeli, telah berjalan sukses di Kabupaten Lamongan.
Di acara Harganas,Seniman ventriloquist menghadirkan Ria Enes, dengan boneka Susan, masih setia berduet untuk mendongeng dan bernyanyi di peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI, di Gedung Sport Center Kabupaten Lamongan.
Menjadi menjadi tamu istimewa untuk momen Harganas, Ria Enes dan Susan yang memulai tampilannya dengan lagu Jawa, Suwe Ora jamu, banyak memberikan wejangan ke kader KB Kabupaten Lamongan.
Wejangan yang berkaitan kemajuan teknologi di era digital itu sesekali, disahuti Susan dengan gaya bercanda dan mengeluarkan celotehan, ceplas ceplos seperti saat awal tampil tahun 1990-an.
Sambil membawa Susan, ibu tiga anak ini meminta ibu-ibu untuk membatasi anak dalam menggunakan handphone. Para emak-emak diajak untuk tidak membiarkan anak-anak mereka larut dalam game yang ada di ponsel.
“Ibu-ibu setiap hari anaknya dipegangi handphone gak? Kalau anak kita sudah kecanduan handphone maka akan menjadi anak yang tidak penurut kepada kedua orang tua,” katanya.
Wanita yang memiliki nama lengkap
Wiwik Suryaningsih ini, menyebut, handphone banyak memberikan efek buruk jika anak sudah kecanduan sama handphone. Menurutnya, handphone, bisa berdampak buruk pada pertumbuhan belajar anak.
“Anak-anak akan lebih menyukai permainan di handphone kita ketimbang harus belajar,” ujarnya.
Bahkan, Ia meminta, orang tua mendampingi anak-anaknya dalam program pemerintah Kabupaten Lamongan yakni 18-21. “Susan tahu tidak jika Lamongan punya program 18-21, apa itu, program wajib belajar di jam-jam itu,” katanya. [mb9]

Tags: