Bupati Anna Tinjau Bengawan Solo, Bupati Ipong Antisipisi Bencana Susulan

Bojonegoro, Bhirawa
Banjir yang menerja 17 kabupaten di Jatim membuat sibuk para bupati, seperti Bupati Bojonegoro langsung meninjau Bengawan Solo, kemudian Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengantisipasi bencan susulan.
Guna untuk mengetahui kondisi banjir Bengawan Solo, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melakukan sidak dan melihat kondisi warga yang berada di lokasi pengungsian.
Dalam sidak tersebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, didampingi Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Asisten I Djoko Lukito, beserta Kepala OPD yakni Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiarti, Kepala Dinas sosial Bojonegoro Helmi Elizabeth dan Plt Kepala pelaksana BPBD Bojonegoro Nadhif Ulfia.
Mereka meninjau papan duga banjir yang berada di Taman Bengawan Solo (TBS) yang berada di utara Pasar Kota Bojonegoro. Selain itu, juga meninjau warga yang sudah berada di Pengungsian TBS dan di Gedung Serbaguna, Bojonegoro karena rumahnya tergenang banjir.
“Dalam menghadapi banjir di musim penghujan tahun 2019 ini, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan temat penampungan dan pengungsian di Gedung Serbaguna ini dan di beberapa tempat lainnya,” kata Bupati Anna, Kamis (7/4).
Kemudian pihaknya juga telah meminta OPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk menyiapkan pos kesehatan serta dapur umum, karena diperkirakan air akan datang pukul 03.00 wib tadi.
Plt Kalak BPBD Kabupaten Bojonegoro Nadifa Ulfa mengatakan, terkait TMA (Ketinggian Air) bengawan solo yang mencapai siaga 2 (kuning), dan diprediksi sampai siaga 3 (merah), BPBD telah melakukan berbagai persiapan, antara lain menyiagakan seluruh personil BPBD.
“Termasuk sarpras dengan menyiapkan karung pasir untuk penahan doorlaat ditanggul kota, untuk TMA (ketinggian air) setiap 1 jam sekali akan kami update dan kami informasikan ke masyarakat melalui media,” ungkapnya.
Dalam kondisi banjir, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menyampaikan, bahwa saat ini Polres Bojonegoro telah memerintahkan seluruh personil Polres dan jajaran untuk siaga terhadap banjir dan tanah longsor yang diakibatkan hujan yang turun dengan intensitas tinggi.
“Kondisi wilayah yang dialiri sungai bengawan solo dan perbukitan yang rawan longsor, sehingga kami perlu menetapkan siaga terhadap aksi tanggap banjir dan longsor”, ucap Kapolres.
Sementara itu Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni akan memperbanyak personil Pemkab di lapangan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir susulan dan longsor.
“Meskipun air sudah mulai surut, tapi tetap akan saya terjunkan, bahkan saya perbanyak personil Pemkab di lapangan, untuk mengantisipasi jikalau ada banjir susulan atau longsor,” kata Bupati Ipong saat mengunjungi pengungsi di Sasono Projo.
Selain memperbanyak personil, Pemkab juga akan menambah fasilitas yang diperlukan untuk proses evakuasi dan sebagainya.
Untuk jembatan yang roboh dan tanggul yang jebol, Bupati mengakui tidak bisa langsung diganti dengan cepat. Tetapi Bupati mengatakan akan mengakomodir kebutuhan warga dengan membangun jembatan darurat.
Sementara itu, terkait pengungsi, menurut Bupati Ipong, para pengungsi terutama di Sasono Projo hanya punya keinginan yang simpel, yaitu air segera surut sehingga mereka bisa pulang.
Untuk jumlah total pengungsi yang ada di Kabupaten Ponorogo sampai Kamis sore, Kepala Dinas Sosial Ponorogo Sumani menyatakan ada 3.048 pengungsi yang tersebar di beberapa titik, salah satunya yaitu di Sasono Projo.
“Total pengungsi ada 3.048 orang, tersebar di 18 titik tempat penampungan, diantaranya yaitu Masjid Agung, Sasono Projo, Paseban, SMKN 1, Kantor Panwaslu, Perum Nduri, dan Rumah Dinas Wabup. Untuk logistik masih aman, karena selain dari Pemkab, ada sumbangan dari instansi – instansi dan juga dari swadaya masyarakat,” terang Sumani. [bas,mb10]

Tags: