BPJS Kesehatan Surabaya Edukasi Peserta Lansia Pensiun TNI Dihadiri Ning Lucy

BPJS Kesehatan Surabaya Edukasi Peserta Lansia Pensiun TNI Dihadiri Ning Lucy

Surabaya, Bhirawa
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surabaya kembali melakukan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada pesertanya di Kecamatan Wonokromo, Selasa (19/2).
Kegiatan yang bertempat di gedung Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata RI (PEPABRI), Jl. Kesatrian, komplek Kodam V Brawijaya ini mayoritas dihadiri peserta lanjut usia (lansia). Mereka tergabung dalam PEPABRI, Yayasan Dharma Wirawan (YAMAWAN), Pusat Koperasi Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata RI (PUSKOPABRI), Persatuan Istri Purnawirawan TNI (PERIP) dan Warakawuri, PPAL, PPAU, PPAD dan Legiun Veteran RI (LVRI).
Sedangkan hadir sebagai narasumber, yakni Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja dan anggota Komisi IX DPR RI wilayah kerja Surabaya-Sidoarjo, Dra. Lucy Kurniasari yang membidangi kesehatan.
Dijelaskan Lucy, adanya sosialisasi ini karena permintaan pihak PEPABRI yang sejak lama menunggu adanya pertemuan dengan pihak BPJS Kesehatan terkait banyaknya kebijakan baru yang diterapkan. Sehingga menimbulkan ketidaktahuan masyarakat akibat perubahan aturan tersebut.
“Untuk itu, kami sebagai anggota Komisi IX DPR RI dalam bidang kesehatan merangkul mitra kami, yakni BPJS Kesehatan untuk melakukan sosialisasi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang adanya kebijakan perubahan dan peraturan baru ini,” kata Lucy.
Sehingga kedepan, lanjut Ning Lucy, sapaan akrabnya, bersama BPJS Kesehatan, pihaknya berjanji akan sering melakukan sosialisasi seperti ini. Sehingga masyarakat menjadi paham dan dapat di sebarluaskan ke masyarakat lainnya
“Karena banyak sekali kasus-kasus yang ada, peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, akibat ketidaktahuan atau lainnya. Untuk itu, sosialisasi seperti ini perlu terus kita lakukan bersama BPJS Kesehatan agar kasus-kasus yang ada tak perlu terjadi lagi,” tegasnya.
Sementara Herman Dinata Mihardja menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital yang ada, yakni aplikasi mobile JKN. Dimana peserta dengan lebih mudah mendaftarkan seluruh keluarganya tanpa datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Dengan inovasi ini, masyarakat tak perlu repot datang ke kantor BPJS untuk mendapatkan informasi dan administrasi. Semua kebutuhan administrasi dan informasi bisa didapatkan dengan aplikasi ini.
“Inovasi ini dapat menghemat waktu dan biaya. Mobile JKN juga meningkatkan kepuasan peserta yang berobat di fasilitas kesehatan, yakni dalam hal memberikan kepastian kepada peserta untuk mendapatkan nomor antrean yang dapat diakses dan dipantau secara online tanpa harus menunggu lama di fasilitas kesehatan,” kata Herman.
Dicontohkannya, misalnya untuk peserta JKN yang belum sempat mencetak kartu, maka saat ini cukup menunjukkan kartu digital JKN dan KIS di Hp untuk berobat di Puskesmas, dokter keluarga dan Rumah Sakit.
“Ada lagi untuk perubahan data peserta, misalnya pindah alamat, pindah tempat fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas atau dokter keluarga. Maka tidak perlu datang lagi ke kantor BPJS, bisa diubah sendiri melalui Hp nya,” pungkas Herman.
Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebutkan, hingga saat ini dari total jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai 3.100.937 jiwa. Yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sebanyak 1.705.990 jiwa. Sedangkan yang belum terdaftar mencapai 1.394.947 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Wonokromo sebanyak 169.856 jiwa atau 5,48 persen. Dari jumlah tersebut yang sudah menjadi peserta sebanyak 99.323 jiwa atau 5,82 persen. Dan yang belum terdaftar mencapai 70.533 jiwa atau 5,06 persen. (geh)

Tags: