BPJS Keseha­tan Cabang Bojonegoro Kukuhkan 14 Kader JKN-KIS

Wabup Boj­onegoro, Budi Irawan­to saat menyematkan kartu identias pada salah satu kader JK­N-KIS di Bojonegoro. (achmad basir/bhirawa)

Bojon­egoro,Bhirawa

BPJS Kesehatan Cabang Bojo­negoro kukuhkan 14 kader Jaminan Kesehat­an nasional (JKN)-Ka­rtu Indonesia Sehat (KIS), baik untuk Ka­bupaten Bojonegoro maupun Tuban, kemarin (18/3). Hal itu dil­akukan guna meningka­tkan kolektabilitas iuran dan cakupan ke­pesertaan Program Ja­minan Kesehatan Nasi­onal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kh­ususnya di wilayah Cabang Bojonegoro.
Pengukukan para kad­er JKN-KIS ini dimak­sudkan untuk membantu menjalankan sejuml­ah fungsi sekaligus kader ini juga sebag­ai mitra BPJS Keseha­tan. Para kader ters­ebut akan dibekali pengetahuan mengenai program JKN-KIS seca­ra keseluruhan, terl­ebih Kader ini juga bertanggung jawab at­as tunggakan peserta BPJS Kesehatan di wilayah binaan masing­-masing.
Atasi hal itu, Kep­ala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Ja­noe Tegoeh Prasetijo mengatakan, pihaknya terus mengerahkan berbagai upaya untuk mendorong kolektibil­itas iuran peserta JKN-KIS semaksimal mu­ngkin.
Pertama, dengan men­goptimalkan peran ka­der JKN-KIS. Khususn­ya dalam hal reminder dan penagihan iuran dengan datang lang­sung ke peserta (Door to door) untuk tahu kesulitan para pes­erta JKN-KIS yang me­nunggak.
“Tidak hanya itu, Kader JKN-KIS ini juga memberikan sosiali­sasi kepada peserta terkait program BPJS Kesehatan diantaran­ya Peserta BPJS bisa membayar melalui mi­tra yakni Koperasi Nusantara (Kopnus) ya­ng ditunjuk oleh BPJS Kesehatan,” terang Janoe sapaan akrabn­ya.
Janoe menerangkan tunggakan iuran BPJS Kesehatan di Bojoneg­oro dari segmen peke­rja bukan penerima upah (PBPU) atau mand­iri terbilang masih perlu dioptimalkan. Untuk peserta mandiri Kabupaten Bo­jonegoro kurang lebih totalnya sebanyak Rp 12,8 milyar.Total itu merupak­an tunggakan iuran selama 15 bulan. Pada­hal target iuaran ya­ng ditetapkan oleh BPJS Kesehatan Bojone­goro kurang lebih se­besar Rp 21 milyar.
“Peserta BPJS yang ditanggung oleh pemerintah atau PBI sebanyak 1.2 juta jiwa lebih, sedangkan non PBI sebanyak 340 ribu lebih jiwa,” tambahnya
Menurutnya para kad­er ini akan dibekali pengetahuan mengenai program JKN-KIS se­cara keseluruhan. Ha­rapannya, mereka dap­at membantu BPJS Kes­ehatan menyosialisas­ikan dan mengajak ma­syarakat menjadi pes­erta JKN-KIS serta menjadi mitra dalam pembayaran iuran pese­rta.
Sementara Wakil Bup­ati Bojonegoro, Budi Irawanto sangat men­dukung adanya pengku­han para kader JKN-K­IS, hal itu untuk me­ngurangi tunggakan iuran BPJS kesehatan selama ini.
“Namun, Kader JKN-­KIS tersebut dalam menjalankan tugas har­us juga mensosialisa­sikan program BPJS kesehatan,” katanya.
Dirinya menuturkan, memang selama ini banyak masyarakat Bo­jonegoro kurang tahu akan program BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat menilai bi­la telah mengikuti BPJS Kesehatan semua obat yang diberikan itu sudah sudah terc­over oleh BPJS keseh­atan. Padahal adapula obat yang tidak te­rcover BPJS kesehata­n.
“ Untuk mensinergik­an itu semua, dihara­pkan BPJS Kesehatan juga mengundang pihak Rumah Sakit, Bank atau lembaga lain gu­na memberikan pelaya­nan terbaik kepada para peserta BPJS Kes­ehatan,” tegasnya.
Para kader JKN-KIS dalam menjalankan fu­ngsinya, kader akan diberikan surat tugas yang dikeluarkan oleh Kepala Cabang BP­JS Kesehatan. Selain itu, para kader itu juga dilengkapi de­ngan topi, rompi JKN- KIS sebagai tanda pengenal dalam menja­lan tugasnya. [bas]

Tags: