BP2D Kota Malang Launching Buku 44 Jurus Inovasi Pajak Daerah

Peluncuran buku 44 jurus inovasi pajak BP2D oleh Wali Kota Malang H. Sutiaji Sabtu 2/3 kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang bisa dibilang sukses menjadi garda terdepan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Setiap tahun, lembaga eks dispenda itu mengumpulkan lebih dari 75 persen PAD dari sektor pajak ke dalam APBD Kota Malang.
Bahkan, dalam kurun enam tahun terakhir terdapat tren peningkatan realisasi target. Tentunya capaian tersebut bukan hasil sistem kebut semalam. Berbagai terobosan dan inovasi tak henti dikreasi untuk menggenjot upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.
Tak tanggung-tanggung, sudah 44 jurus digeber untuk mewujudkan sistem pelayanan prima yang transparan, akuntabel dan partisipatif. Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto mengungkapkan, hal ini tak lepas dari efektivitas kinerja para petugas pajak. Selain itu juga peran sinergi lintas sektoral yang baik antara pemerintah daerah beserta jajaran samping dengan para stakeholder pajak.
“Selain itu, tentu saja tak lepas dari tingkat kesadaran WP yang luar biasa tinggi. Terima kasih kepada warga Kota Malang,” tutur Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.
Nah, keberhasilan itu tidak lantas disimpan sendiri. Jurus-jurus andalan yang berupa kiat-kiat, program dan inovasi apa saja yang menjadi andalan BP2D Kota Malang dirangkum secara gamblang dalam buku dan video profil ’44 Jurus Inovasi Pajak Daerah’.Sabtu 2/3 kemarin buku tersebut diluncurkan di The Nine Resto, Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang.
Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran dan Penetapan (P3) BP2D Kota Malang Dwi Cahyo Teguh Y. mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan pengembangan dari buku ’40 Jurus BP2D Kota Malang’ yang diluncurkan 2017 lalu.
“Karena sejak Januari 2017 lembaga ini berganti menjadi BP2D, tentu juga disertai terobosan-terobosan baru,” terang Cahyo.
Cahyo lebih jauh menyampaikan, pada tahun anggaran 2019 ini BP2D Kota Malang ditarget mengumpulkan pajak senilai Rp 521 miliar. “Untuk pencapaian pemenuhan target itu kami membukukan perjalanan inovasi dan pengembangan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) berupa 44 jurus dan inovasi. Jurus-jurus itu sebagai upaya kami memenuhi target pajak daerah,” tambahnya.
Dalam buku tersebut, dijelaskan secara runut berbagai terobosan BP2D. Mulai dari sebagai kota pertama di lndonesia yang menerapkan pajak online sejak akhir tahun 2013 lalu, menerapkan sistem jemput bola ke tengah masyarakat melalui kegiatan Tax Goes to School, Campus, Mall dan Kampung, hingga memberi sarana edukasi perpajakan melalui mobil Tax Online Keliling. [mut]

Tags: