Bosch Dorong Anak Muda Indonesia Cerdas Digital

Salah satu finalis saat mempresentasikan ide mereka di hadapan para juri Bosch. [Achmad tauriq/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Perusahaan penyedia teknologi dan layanan global, Bosch terus mencari dan mendukung inovasi anak muda di yang cerdas digital untuk mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Salah satunya dengan menggelar Bosch IoT Hackathon 2019.
“Tujuan kompetisi ini adalahmenumbuhkan, mempromosikandan mendukung inovasi anak-anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK,” ungkap Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell, Minggu (20/10).
Andrew menambahkan Bosch berupaya menemukan solusi IoT lokal baru di bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, serta solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan sosial.
Selama puncak kompetisi hackathon, seluruh finalis bekerja dengan dibekali Bosch XDK yaitu platform pembuat prototipe berbasis sesnsor yang dilengkapi perangkat keras dan lunak untuk pemograman dan konfigurasi yang cepat.
“Harapan kami, langkah Bosch ini dapat mendorong anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi solusi yang unik dan yang terpenting, mengubah ide-ide mereka menjadi solusi yang terhubung untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu digelarnya IoT Hackathon 2019 ini Bosch bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
Sejak Mei hingga Agustus 2019, Bosch menjalankan rangkaian ‘Road to Hackathon’ di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik, seperti smart manufacturing, smart mobility dan smart city. “Tujuannya agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT,” terang Andrew.
Pada September lalu, sepuluh tim finalis telah dipilih dari sekian banyak ajuan proposal yang terdaftar. Untuk menguatkan dan memvalidasi ide-ide awal mereka, seluruh tim ditugaskan melakukan wawancara dengan calon pelanggan.
Puncak kompetisi hackathon pada 16-17 Oktober 2019 lalu di Surabaya, sepuluh tim beradu mempresentasikan ide mereka. Beragam gagasan mereka antara lain sistem untuk memonitor pengolahan biji kopi, alat pakan ikan otomatis, sensor pendeteksi vibrasi dan suhu mesin pabrik, dan sistem pemetaan polusi udara perkotaan.
Para finalis memiliki waktu 24 jam untuk bekerja dengan para pakar industri dari Bosch untuk secara lebih lanjut mengembangkan model bisnis mereka sebelum sesi pemilihan pemenang. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch guna mengevaluasi komersialisasi dan potensi pasar dari ide-ide mereka.
Apabila menjanjikan, tim akan diundang menghadiri dan mempresentasikan proyek mereka di ajang Bosch Connected World 2020 di Berlin, Jerman.[riq]

Tags: