BNN Kabupaten Sidoarjo Selamatkan 12.500 Orang dari Narkoba

Petugas Labvor sedang menguji keaslian Narkoba yang akan dimusnahkan BNNK Sidoarjo. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Prestasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo mendapatkan apresiasi dari beberapa kalangan masyarakat. Karena telah berhasil menggagalkan sabu-sabu seberat 2,625 gram atau setara dengan berhasil menyelamatkan sebanyak 12.500 orang generasi penerus bangsa dari serangan bahaya narkoba.
Barang bukti sabu berhasil diamankan petugas gabungan Bea Cukai Juanda dengan tersangka Osmanhas (47) warga Madura. Barang haram itu dibawa tersangka yang tak lain adalah pekerja kuli bangunan dari Bandara Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo beberapa pekan lalu. Barang haram narkotika golongan I ini disembunyikan tersangka di dalam 2 unit mesin vacuum cleaner.
Sebelum dimusnahkan barang bukti perusak generasi penerus ini diuji coba Tim Labfor Polda Jatim. Hal ini untuk memastikan seluruh barang bukti itu adalah methamphetamine (sabu-sabu). ”Kami tes dan ujikan barang bukti itu untuk memastikan jika barang bukti itu asli. Tidak ada campurannya. Semua kami musnahkan,” terang Kepala BNN Sidoarjo, AKBP Toni Sugiyanto.
Kendati barang bukti sudah dimusnahkan dan tersangka sudah diproses, kasus ini tetap bakal dikembangkan. Barang haram itu merupakan titipan AW yang tak lain adalah paman tersangka Osmanhas. ”Dalam pengembangannya. Kami ingin mengungkap jaringan di atas tersangka ini. Karena tersangka sendiri juga tak tahu siapa yang bakal mengambil barang haram itu saat tiba di Bandara Juanda,” tegasnya.
Sementara itu, tersangka Osmanhas mengaku barang haram itu hanya titipan AW. Tersangka Osmanhas tak menyangka jika membawa barang haram itu bakal berbuntut panjang berurusan dengan bea cukai, polisi, BNN dan sejumlah lembaga resmi lainnya. ”Saya sangat menyesal. Karena saat dititipi itu saya hanya diberi Rp1,3 juta. Kebetulan saya mau pulang karena anak saya sakit. Baru sekali ini saya mendapat titipan barang haram itu selama 6 bulan bekerja kuli bangunan di Malaysia,” katanya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng P menghimbau kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda produktif agar jangan sembarangan bergaul dengan orang-orang yang tidak dikenal. Sidoarjo tahun 2019 sudah ada dua siswa yang telah menggunakan barang terlarang itu.
“Karena pasar yang gampang diserang adalah anak – anak muda produktif. Untuk menanggulangi, kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat langsung, termasuk juga ke sekolah-sekolah,” katanya. [ach]

Tags: