BLK Komunitas Melahirkan Tenaga Kerja Trampil dan Berkualitas

Jakarta, Bhirawa.
Kompetensi para Instruktur harus terus ditingkatkan guna mengikuti perkembangan teknologi di era digitalisasi global ini,  agar tercipta tenaga kerja tampil dan berkualitas untuk bersaing di pasar global. Instruktur yang kompeten dan profesional, akan mampu mentransfer pengetahuan dan ketrampilan pada peserta pelatihan.
“Dalam upaya mewujudkan SDM berkualitas pemerintah telah mendorong penyebaran Instruktur yang kompeten dan profesional ke seluruh Indonesia. tanpa Instruktur profesional, sulit mewujudkan Indonesia Maju dengan SDM yang berkualitas. Disisi lain ada pertambahan sekitar 2,4 juta per tahun, lulusan SMA/SMK yang masuk pasar kerja. Bagi yang masuk pasar kerja inilah perlunya dilengkapi dengan ketrampilan, dan di BLK inilah tempatnya,”  papar Ketua Badan Nasional  Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masehat, saat menutup kompetisi Kompetensi Instruktur Nasional ke VII/2019 di Samarinda.
Kepal BLK Samarinda, Andri Susilo dalam laporannya menyebutkan, kompetisi ini adalah upaya untuk memori asi Instruktur guna meningkatkan kompetensi ya. Juga untuk mengetahui peta kompetisi Instruktur baik tingkat regional maupun nasional. Serta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan program pembinaan. Instruktur dimasa mendatang.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM khususnya para pencari kerja, pemerintah sejak 2017 telah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. BLK Komunitas ini ternyata sangat diminati masyarakat. Pasalnya, ketrampilan yang diperoleh dari BLK Komunitas sangat membantu dalam mendapatkan pekerjaan maupun untuk buka usaha sendiri. BLK Komunitas yang dibangun sejak 2017 ini, bahkan sekarang tidak mampu lagi menampung seluruh pendaftar. Karena tempat pelatihan dan kuota ya sangat terbatas.
“Dalam 2 tahun sejak dirintis pada 2017, ada 1.125 unit BLK Komunitas yang tersebar di Indonesia. Tahap pertama pada 2017 dibangun 50 unit yang melatih 5 ribu orang. Lalu pada 2018 dibangun lagi 75 unit yang melatih 7.500 orang. Lama pelatihan 1,5 bulan dengan ketentuan mendapat seragam, sekali makan, dan harus mengikuti semua mata pelajaran, tanpa absen,” papar Kepala BLK Komunitas AL Mujahidin-Samarinda, pada wartawan. [Ira]

Tags: