BKD Pemkab Probolinggo Gelar Mini Workshop Calon Pengajar Latsar CPNS

Calon pengajar latsar CPNS 2019 kabupaten Probolinggo.

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo menggelar mini workshop calon pengajar latsar (pelatihan dasar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 di ruang pertemuan Diklat BKD Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari ASN dari lingkungan Pemkab Probolinggo dan sebagian dari Pemkot Probolinggo.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Halim, Senin 26/8 mengatakan Latsar CPNS yang diselenggarakan di kabupaten/kota tahun 2019 ini merupakan rentetan dari pengadaan CPNS serentak tahun 2018 yang menimbulkan persoalan tentang bagaimana menyelenggarakan Latsar CPNS yang dapat mengakomodir ribuan CPNS di wilayah Jawa Timur.
“Persoalan lain adalah terbatasnya tempat penyelenggaraan dan tenaga widyaiswara dan atas dasar itulah, penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota yang siap dengan sarana dan prasarana penunjang kediklatan yang salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Halim menerangkan kegiatan mini workshop ini merupakan tindak lanjut dalam mempersiapkan calon pengajar dari internal Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang bertujuan untuk membekali calon pengajar dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Pelatihan dasar CPNS mempunyai tujuan untuk meningkatkan kompetensi dasar CPNS di tingkat dasar. Kompetensi ini menjadi bekal bagi CPNS untuk menjalani karirnya sebagai pelayan publik. Kompetensi dasar ini sangat erat kaitannya dengan kecerdasan dasar yang dimiliki oleh seseorang. Yaitu kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Dua kecerdasan ini secara simultan membentuk kompetensi seseorang dalam bekerja dan dua macam kompetensi ini menjadi sasaran dalam pelaksanaan pelatihan dasar CPNS kali. Yakni kompetensi sosial kultural dan kompetensi teknis,” tegasnya.
Lebih lanjut Halim menambahkan agar dapat menyerap dua kompetensi ini maka calon pengajar harus mempunyai teknis khusus dalam memberikan materi mata diklat kepada peserta pelatihan dasar. Yakni dengan mempelajari metode yang tepat yang dapat dipelajari dari kegiatan mini workshop kali ini. Selain hal-hal yang bersifat teknis dalam pembelajaran yang harus dikuasai oleh calon pengajar, pengalaman calon pengajar sebagai praktisi di birokrasi turut berpengaruh dalam memberikan contoh implementasi dari materi mata diklat yang diberikan.
“Saya mengharapkan kepada Bapak dan Ibu calon pengajar untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan mini workshop ini karena apa yang Bapak Ibu sampaikan kepada peserta pelatihan dasar ini berpengaruh terhadap kualitas kompetensi peserta pelatihan dasar ke depannya,” tandasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Didiek Dwiyanto mengatakan sejalan dengan Undang-undang Nomor Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN dan diperkuat oleh Peraturan Kepala LAN Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Latsar CPNS. Yakni, penyempurnaan pengembangan kompetensi PNS meliputi kemampuan memahami kebijakan penyelenggaraan Latsar CPNS serta kemampuan memahami konsep pembekalan habituasi dan aktualisasi.
“Selain itu, kemampuan memahami proses coaching dan mentoring dalam latsar CPNS, kemampuan memahami pola pendampingan yang dilakukan selama kegiatan Latsar CPNS, kemampuan membuat strategi pembelajaran untuk agenda pembelajaran yang telah dipilih serta kemampuan membuat desain pembelajaran untuk agenda yang telah dipilih,” ujarnya.
Menurut Didiek, dengan penyesuaian kebutuhan terhadap penyelenggaraan Diklat Latsar CPNS, maka mini workshop calon pengajar Latsar CPNS tahun 2019 bertujuan menyiapkan calon pengajar CPNS dengan harapan peserta mini workshop Latsar memahami kebijakan dalam penyelenggaraan Latsar CPNS. “Disamping juga dapat membuat serta menggunakan strategi dan desain pembelajaran dalam Latsar CPNS serta mampu dalam memberikan materi dengan kurikulum yang diterapkan,” jelasnya.
Didiek menerangkan, mengingat jumlah penerimaan CPNS Provinsi Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 13.208 orang dan terbanyak sepanjang lima tahun terakhir yang sebelumnya ada moratorium penerimaan CPNS, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, maka BPSDM Provinsi Jawa Timur berharap dapat berkolaborasi dengan alumni mini workshop yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota untuk latsar CPNS dan harus selesai pada tahun 2019.
“Mengingat jumlah widyaiswara/tenaga pengajar terbatas karena tanggung jawab tidak hanya pada latsar saja, namun juga diklat teknis dan fungsional serta diklat lainnya seperti pelatihan kepemimpinan nasional (PKN) tingkat I sebanyak 3 angkatan atau 90 orang, pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) sebanyak 2 angkatan atau 60 orang dan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) sebanyak 2 angkatan atau 60 orang. Kami menyambut baik Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menyelenggarakan mini workshop calon pengajar Latsar CPNS tahun 2019,” tambahnya.(Wap)

Tags: