BI Imbau Masyarakat Jatim Manfaatkan Peluang Besar Ekspor

Difi Ahmad Johansyah Saat Memberi Penjelasan Soal Peluang Besar Ekspor UMKM Jatim

Surabaya,Bhirawa
Persis genap setahun sudah peluang untuk masyarakat Jatim agar bisa mengekspor produk produknya ke mancanegara yang telah dibuka lebar BI Jatim, tepatnya pada 10 September 2018 tahun lalu bertempat di Mercure hotel Surabaya. Kepala BI Jatim Difi Ahmad Johansyah mengingatkan kembali apa yang telah diperbuat BI Jatim tersebut pada kesempatan Nonton Bareng bersama 50 orang berbagai para awak media yang biasa mangkal di bank BUMN tersebut.
Mereka yang sudah berbuat, terang Difi. Alhamdulillah sudah mulai menuai hasil karena telah memanfaatkan kemudahan kemudahan yang dibuka BI Jatim bersama Pemprov Jatim. Negara yang dituju adalah Malaysia, dan Singapura,”Kedua negara tetangga ini malah mereka yang memintanya, mana produk dari Indonesia masa kita hanya menerima produk produknya Vietnam dan Philipina saja, “ungkap Difi menirukan kedua negara tetangga tersebut saat melakukan Survey bersama Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Untuk itu, peluang emas tersebut harus benar benar dimanfaatkan agar produk UMKM Jatim bisa mendunia, tentunya dengan tetap menjaga kualitasnya agar Produk dari Jatim tetap unggul dan banyak dicari karena bermutu tinggi, kemasannya bagus dan tidak kalah pentingnya adalah higinis. Jika kepercayaan ini bisa terjaga maka akan memberi peluang juga bagi pengusaha lain yang ada di UMKM Jatim. Yang jalannya lancar untuk ekspor adalah kripik pisang, teh Sitara, teh hitam dan teh hijau. “Kepercayaan luar negeri akan produk UMKM Jatim ini supaya dijaga dan dipelihara bahkan harus ditingkatkan lagi agar nantinya bisa berkembang ke produk produk yang lain, sementara bagi pengusaha yang lain ayo ikuti jejak mereka yang sudah sukses,”ajak orang nomor satu di BI Jatim tersebut.
Sebagai langkah yang sangat serius dari BI Jatim menyangkut persoalan ekspor produk UMKM Jatim ini, dalam waktu dekat ini BI Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim akan melakukan langkah jemput bola, yakni mengundang buyers dari Timur Tengah, Singapura, Korea, dan Jepang. ” Ini juga sebagai langkah persiapan Festival Ekonomi Syariah yang Insya Allah akan digelar pada 6 – 9 Nopember 2019 mendatang di Surabaya,” tandas Difi. Pada acara tersebut Jatim akan melangkah lebih jauh lagi yakni akan lebih fokus ke manufacturing, sebagai penunjang Indonesia yang kini sudah melakukan ekspor kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4 ke luar negeri diantaranya permintaan yang cukup deras adalah dari Vietnam.” Jangan lupa ya tekstil dari Jatim juga mulai mendapatkan perhatian yang tajam, makanya siap – siap saja, termasuk Garmen,” Ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Ketua Forum IKM Jatim M.Oskar, yang juga hadir pada kesempatan tersebut menambahkan, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh UMKM Jatim sudah sangat bagus dalam kurun waktu 1 tahun sudah banyak kemajuan yang dicapai untuk melakukan ekspor Makanan dan Minuman (Mamin) ke luar negeri hanya saja menurut dia masih ada 2 kelemahan yakni soal administrasi dan dokumen, jadi kalau ke dua masalah ini bisa ditangani secara baik maka tidak ada masalah untuk ekspor ekspor berikutnya.
Melihat perkembangan yang menjanjikan Oskar optimis produk produk dari Jatim kualitasnya tidak akan kalah bila dibandingkan dengan daerah provinsi lain yang ada di Indonesia. Menjanjikan ke depan yang kini sudah mulai banyak dilirik luar negeri adalah peyek, baik peyek udang, kacang, ataupun teri, kemudian bumbu pecel dan bumbu gado gado, kripik pisang, kripik singkong umumnya paling banyak pesanan dati China. Disinggung soal bahan baku kalau ekspor dan pesanan luar negeri melimpah apakah mencukupi. Dengan lugas dan tegas Oskar menjawab cukup, tinggal yang mengolah saja harus pintar kualitas harus dijaga benar, termasuk kemasan dan dari segi hyginisnya harus benar benar dijaga.
Untuk Jenis makanan kripik ini cukup keras di ekspor ke Malaysia dan Singapura, selama 1 bulan bisa mencapai 4 sampai 8 ton, diakuinya dalam masa 2 tahun terakhir ini UMKM Jatim ekspornya meningkat tajam sekali selain jenis makanan minuman yang banyak dipesan adalah teh, yakni black tea dan green tea Sitara. Dengan bahannya diambil langsung dari Petani daerah Malang.(ma)

Tags: