Bhayangkari Polrestabes Surabaya Bagikan Takjil Gratis di TL Raya Darmo

Bhayangkari Polrestabes Surabaya ketika membagikan takjil gratis di TL Raya Darmo

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Bulan Suci Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim. Salah satunya Bhayangkari cabang Polrestabes Surabaya yang memaknai Bulan Ramadan dengan berbagi takjil gratis kepada pengendara yang melintas di Traffic Light (TL) Monumen Polisi Istimewa di Jl Raya Darmo, Senin (20/5).
Sebanyak 2.000 paket takjil yang terdiri dari makanan dan sajadah dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di TL Jl Raya Darmo. Ribuan paket takjil ini habis dalam waktu tak kurang dari setengah jam.
“Bagi-bagi takjil ini sengaja kita lakukan bagi pengedara yang melintas di depan Monumen Polisi Istimewa. Mudah-mudahan bisa membantu dalam rangka buka puasa dan membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Ketua Bhayangkari cabang Polrestabes Surabaya, Eka Sandi Nugroho.
Bagi-bagi takjil ini diakui Eka sangat luar biasa. Sebab, dirinya baru pertama kali membagi-bagikan takjil di Kota Pahlawan, yakni Kota Surabaya. Bahkan dengan adanya momen ini, pihaknya berharap apa yang sudah diberikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sebagai orang baru berharap, apa yang kita berikan ini semoga dapat memberikan arti bagi masyarakat Kota Surabaya. Dan dapat bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menggandeng tokoh agama (toga) Surabaya untuk berbagi takjil dengan masyarakat Kota Pahlawan.
Sebanyak 2.000 paket takjil yang terdiri dari makanan, sajadah dan sarung dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di samping Tugu Pahlawan Surabaya pada Sabtu (11/5).
Alumnus Akpol 1995 ini mengaku, bagi-bagi takjil ini juga bermakna lain dari biasanya. Dengan menggandeng tokoh lintas agama di Kota Surabaya, pihaknya ingin menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan umat yang ada di Kota Surabaya sangatlah solid. Dan tidak boleh diciderai oleh siapapun.
“Dengan persatuan, kesatuan dan kebersamaan, maka kita bisa mencegah gejolak sosial yang ada di masyarakat. Adanya tokoh lintas agama ini, menunjukkan bahwa kita semua bersama-sama ‘Jogo Suroboyo’, sehingga Suroboyo bisa aman dan kondusif,” ungkapnya beberapa waktu lalu. [bed]

Tags: