Belajar Tidak Mengenal Garis Finish

Titing Ratnaningsih, SPd

Titing Ratnaningsih, SPd
Ungkapan usia boleh tua, tetapi semangat tetap muda terasa pas untuk disematkan pada perempuan tangguh satu ini. Guru SD Negeri Sawotratap I Sidoarjo ini memang tidak muda lagi. Tepat pada tanggal 31 Desember 2018 lalu, guru bernama lengkap Titing Ratnaningsih, S.Pd genap berusia 58 tahun.
“Pada usia yang tidak muda ini, biasanya orang akan mulai ragu untuk melangkah. Tetapi aku ingin mengubah mindset. Bahwa usia tua bukan berarti harus berhenti berkarya dan berprestasi,” kata Ratna kepada Bhirawa dalam sebuah kesempatan.
Secara jujur Ratna pun mengakui pernah merasakan suasana batin penuh keraguan dan tidak mempunyai keberanian untuk berkolaboratif dengan yang lain.
“Mengapa punya pikiran seperti itu, karena saya mungkin sudah tidak diperluan lagi. Banyak yang muda yang berkarya, kreatif dan inovatif. Saya merasa minder jika ditunjuk untuk mengikuti pelatihan pelatihan yang sering diadakan oleh suatu lembaga khususnya di bidang pendidikan,” ucapnya lirih.
Sebagai contoh misalnya, pada suatu hari pimpinan di sekolahnya membicarakan masalah workshop penulisan artikel di media massa. Pimpinan mengharapkan separuh dari tenaga pendidik di tempatnya bekerja mau untuk mengikuti workshop yang diselenggarakan Komunitas Aktif Menulis Sidoarjo (KAMS) di Sidoarjo.
“Kadang saya bertanya pada diri sendiri, bisakah atau mampukah aku belajar di usia senja ini. Bukankah saat mau memasuki masa purna tugas, cukup duduk manis menemani anak cucu. Tapi aku tetap pada prinsip bahwa aku harus banyak belajar dan belajar,” ungkapnya bersemangat.
Ratna mengakui tidak semua orang di sekitarnya mendukung semangatnya, namun ada juga yang menertawakan sambil mencibir dan mengungkapkan hal yang tidak mengenakan.
“Dari kecil aku sudah dibekali ilmu dan tatakrama yang kuat dengan adat istiadat lingkungan keraton jadi aku tidak bisa untuk mudah marah atau membenci seseorang. Aku harus maju apapun tantangannya,” ungkapnya bersemangat. Dengan tekad dan semangat yang kuat, Ratna pun terus mengikuti semua pelatihan-pelatihan yang ditugaskan dari sekolah tempat bekerja.
“Aku harus bisa….aku harus belajar dan jangan menyerah karena usia dan apa kata mereka,” tegas Ratna.
Menurut Ratna, belajar adalah suatu kebutuhan untuk maju ke arah yang lebih baik. Belajar tidak mengenal batas, jika masih ada kesempatan maju terus jangan berhenti. Kesadaran ini pulalah yang membuat Ratna tetap bersemangat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pascasarjana di suatu Perguruan Tinggi Swasta Pasca Sarjana di Surabaya.
“Ini untuk membuktikan bahwa aku tidak akan menyerah sampai dimana kemampuan ku. Dengan senang hati memasuki masa kuliah banyak teman dari berbagai daerah yang beragam profesi,” kata Ratna. Bergaul dan berinteraksi dengan teman kuliah yang masih muda –yang lebih cocok jadi anak-anaknya itu-awalnya memang sempat membuatnya pesimis.
“Apalagi program studi yang aku ambil tidak ada kaitannya dengan kompetensi pekerjaan seorang guru SD. Namun lama kelamaan semangat itu terus membubung tinggi.
“Dengan optimis, penuh keyakinan dan percaya diri yang kuat, kami mengerjakan semua tugas kuliah.Alhamdulillah semua dapat terselesaikan dengan baik,” katanya penuh optimis.
Secara khusus Ratna mengingatkan menimba ilmu dimana dan kapanpun selama ada kemauan jangan pernah menyerah karena usia untuk belajar dan belajar,
“Teruslah melangkah jangan berhenti, karena belajar tidak mengenal batas finish-nya,” ungkapnya penuh pesan filosofis. [why]

Rate this article!
Tags: