Bekas Penampungan Residu Milik PG Panji di Situbondo Terbakar

Lokasi bekas penampungan residu atau bahan bakar untuk ketel milik Pabrik Gula Panji Situbondo terbakar Sabtu (31/1). [ sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Dalam sehari ada dua kali kejadian kebakaran hebat terjadi di Situbondo. Sabtu pagi (31/8).
Kebakaran pertama menimpa sebuah warung lesehan di depan objek wisata Pasir Putih hingga meludeskan sejumlah bangunan.
Selanjutnya pada Sabtu sore giliran bekas penimbunan residu atau bahan bakar abu ketel milik Pabrik Gula (PG) Panji Situbondo ikut terbakar.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran di PG Panji terjadi sekitar pukul 15.00 wib. Kuat dugaan kebakaran tersebut karena dipicu oleh tindakan orang yang tidak bertanggung jawab membuang puntung rokok di sembarang tempat.
Tak sangka, aksi tersebut mengenai rumput kering di sekitar pabrik gula. “Selanjutnya sumber api semakin membesar dan merembet ke tempat bekas penampungan residu atau bahan bakar untuk ketel milik Pabrik Gula Panji, hingga terbakar,” ujar salah satu saksi kemarin.
Kebakaran itu menimbulkan kepulan asap hitam pekat hingga membumbung tinggi ke udara hingga membuat panik warga sekitar Pabrik Gula Panji.
Mereka bahkan khawatir api tidak bisa dipadamkan, mengingat lokasi kebakaran berada di lingkungan PG dan perumahan padat penduduk. Sejumlah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
“Kejadian kebakaran tersebut nyaris menghanguskan PG Panji. Untung masih bisa dipadamkan beberapa jam setelah kebakaran,” lanjutnya.
Sementara itu Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menyebutkan, kebakaran di PG Panji diduga bermula dari adanya rumput kering di lahan kosong. Kemudian ada api yang membesar dan merembet ketempat bekas penampungan residu milik PG panji Situbondo.
Puriyono menilai, untuk kebakaran di warung lesehan depan Hotel Sidomuncul 2 kawasan wisata bahari Pasir Putih, bersumber dari kompor gas saat seorang karyawan warung menggoreng tahu.
“Lalu kepulan api menyambar bangunan cafĂ© yang terbuat dari bambu sehingga terbakar,” ujar Ipung-panggilan akrab Puriyono.
Ipung menambahkan, warung yang diketahui milik Untung itu dilalap si jago merah sekitar pukul 08.00 wib. Sedikitnya, tambah Ipung, ada empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi pusat kebakaran yang ada di depan wisata Pasir Putih.
“Namun titik api sudah keburu menghanguskan bangunan warung yang terbuat dari bambu. Bahannya selain mudah terbakar, juga dekat dengan kawasan hutan. Akibat dari kebakaran tersebut korban ditaksir merugi hingga ratusan juta rupiah,” pungkas Ipung. [awi]

Tags: