BBM Naik, Rakyat Menanggung

pasti-naik-300x300PEMERINTAH sudah menetapkan kenaikan harga BBM, yakni premium naik Rp2.000, sebelumnya Rp6.500, kini menjadi Rp8.500. Demikian juga harga solar, naik Rp2.000. Sebelumnya harga Rp5.500, kini menjadi Rp7.500. Kenaikan harga BBM ini untuk mengurangi angka subsidi pemerintah terhadap BBM. Bahkan Wakil Prosiden RI Jusuf Kalla menyatakan per hari pemerintah mensubsisi Rp1 triliun.
Menurut JK, yang menerima subsidi BBM itu sebenarnya kalangan menengah ke atas, yakni mereka yang memiliki mobil. Untuk itu, dana subsidi BBM ini dialihkan ke rakyat miskin, seperti dalam bentuk kartu Indonesia sehat dan keperluan lainnya.
Namun di sisi lain, kenaikan harga BBM ini menyebabkan ongkos angkutan naik, oplet, bus, jasa angkutan barang pun naik. Dampaknya, akan menaikkan harga barang keperluan pokok. Contoh sederhana kenaikan BBM ini akan menaikan harga nasi ramas. Sejumlah kenaikan keperluan pokok ini yang menyebabkan dampak kenaikan BBM bagi rakyat sangat berat. Sementara subsidi BBM dalam bentuk bantuan uang tunai langsung yang nilainya bisa dihabiskan dalam waktu satu hari.
Jika JK menyatakan bahwa subsisi BBM dinikmati kalangan menengah ke atas, sebenarnya mencabut subsidi BBM pun menyebabkan penderitaan rakyat semakin berat. Sebab dampak domino kenaikan BBM sangat kompleks.
Di sinilah perlunya kecerdasan pemerintah menyikapi dampak kenaikan BBM. Pertama, pemerintah memastikan uang subsidi BBM itu sampai ke tangan rakyat yang memerlukan. Jangan sampai penerima subsisi BBM dari kalangan yang tidak berhak menerimanya, atau sebaliknya, banyak rakyat miskin yang tidak mendapatkan subsidi dana BBM. Sebab, data kemiskinan di negeri ini tidak jelas, ada yang miskin tapi tak masuk daftar miskin, tetapi ada yang kaya masuk kategori miskin.
Kedua, perlu diperhatikan bahwa program kartu sehat dan kartu lainnya benar-benar dirasakan rakyat miskin. Jangan malah membuat layanan semakin berbelit-belit, sama dengan layakan kesehatan yang  sudah diluncurkan oleh pemerintah sebelumnya.
Ketiga, pemerintah juga harus mengusulkan kenaikan gaji buruh, sebab kenaikan harga BBM tidak sejalan dengan kanaikan gaji buruh. Di sini pentingnya pemerintah mengawasi perusahaan agar menyesuaikan gaji buruh dengan kenaikan BBM. Semoga ujian kenaikan BBM ini tidak berdampak besar bagi ekonomi kita.

                                                                                                  —————- ooo —————–

Rate this article!
Tags: