Bazar Ramadan, Targetkan Perputaran Uang Hingga Rp5 Miliar

Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin didampingi Sekda, Pimpinan Bank Jatim dan para pimpinan OPD saat pembukaan bazar Ramadhan. (Samsul Tahar/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Menargetkan perputaran uang capai Rp5 miliar Pemkab Bondowoso melalui Diskoperindag dan Disparpora mengintegrasikan program pasar, wisata kuliner serta pemberdayaan pelaku usaha UMKM melalui Bazar Ramadhan 2019 di alun-alun Raden Bagus Aksa Ki Ronggo. Acara dibuka langsung Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin.
Bazar yang bakal digelar selama 28 hari ini, diramaikan dengan hadirnya 136 pelaku UMKM yang tergabung dalam sebuah paguyuban dengan menyediakan kuliner sebelum waktu berbuka puasa tiba. Tak hanya kuliner, pelaku UMKM fashion dan aksesoris juga ikut berdagang dalam Bazar Ramadhan 2019.
“Ini merupakan cara Pemkab Bondowoso untuk menggeliatkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dibulan Ramadhan ini,” tutur Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, usai meninjau stand pedagang dalam Bazar Ramadhan 2019.
Bahkan, menurut orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso ini, kedepannya akan mampu untuk mengcover lebih banyak pelaku usaha UMKM dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun kemarin, hanya mampu mengkaver sebanyak 80 sampai 85 pelaku usaha. Itupun disepanjang jalan depan kantor Diparpora Kabupaten Bondowoso. Dan itu juga sangat menggangu pengguna jalan lainnya,” ungkap Bupati Salwa.
Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat SE MSi menyampaikan, bahwa Pemkab Bondowoso sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Bazar Ramadhan 2019 ini.
“Saya sangat mengapresiasi terlaksananya bazar di bulan Ramadhan ini, karena tahun kemarin perputaran uang sampai kurang lebih Rp2,5 Miliar. Itupun hanya 25 hari pelaksanaannya,” ungkapnya.
Untuk itu, lebih lanjut Wabup Irwan menyampaikan, bahwa Pemkab Bondowoso mencoba melokalisir dan menyentralkan pelaksanaan bazar tersebut di alun-alun.
“Jika di depan Disparpora yang hanya mampu menampung sekitar 80 pelaku usaha, dalam kurun waktu 25 hari sudah bisa memutar uang melalui transaksi dan mencapai omset Rp2,5 Miliar, bayangkan bila disini yang dapat menampung 136 pedagang dan perharinya rata-rata 1 stand dapat menghasilkan Rp 2 juta, sudah berapa perputaran uang yang dihasilkan melalui kegiatan seperti ini?. Kami targetkan, sebulan kedepan perputaran uang dalam bazar ini bisa mencapai Rp 5 Miliar,” jelasnya.
Bahkan, tak tanggung-tanggung Pemkab Bondowoso merencanakan bazar yang telah lima kali digelar ini akan masuk dalam kalender even Ijen Festival. Selain itu, menurut Wabup Irwan, pihaknya juga akan membangun tempat permanen untuk pelaku UMKM, sehingga nantinya akan menjadi salah satu tempat wisata kuliner di Kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kopi ini.
“Kedepan, kami juga akan buat secara sentral tempat yang permanen melalui Bondowoso Convention Centre didaerah stadion,” pungkas Wabup kelahiran Bondowoso ini.
Tampak hadir mendampingi Bupati dan Wabup diantaranya Pj Sekda Agung Tri Handono, pimpinan Bank Jatim, para pimpinan OPD serta para camat se Bondowoso. [har]

Tags: