BAZ Kabupaten Sidoarjo Bantu Rumah Loper Koran yang Ambruk

Petugas Baznas Sidoarjo menyerahkan bantuannya kepada loper koran yang rumahnya ambruk. [alikus/bhirawa].

(Loper Koran Sempat Tidur di Teras Rumah )

Sidoarjo, Bhirawa
Baznas Sidoarjo telah meluncurkan bantuannya untuk warga kurang mampu, seorang yang berprofesi sebagai loper koran, yang tinggal di RT 01 RW 01 Ds Bluru Kidul Kec Sidoarjo, karena atap rumahnya telah ambruk dimakan rayap.
Wakil Ketua III Baznas Sidoarjo, Ilhamudin, mengatakan telah menyerahkan bantuannya sebesar Rp2.5 juta kepada pemilik rumah, untuk dipakai membantu kebutuhan rehab yang masih diperlukan.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dipakai membantu merehab rumah yang masih dibutuhkan,” kata Ilhamudin, saat menyerahkan bantuan kepada Fikri Setiawan, 42 tahun, pemilik rumah, belum lama ini.
Wawan, panngilan pemilik rumah itu, menceritakan atap rumahnya telah ambruk pertengahan Bulan April lalu, karena kondisi kayunya sudah lapuk dimakan rayap, disebabkan sudah puluhan tahun tidak diganti.
Menurut Wawan, yang tinggal sendirian disana, rumah tersebut peninggalan orang tuanya yang sudah tiada. Semua saudaranya sudah keluar dari rumah karena sudah berkeluarga. Tinggal dirinya sendirian di rumah itu.
Namun karena tiada biaya untuk mengganti kondisi kayu rumah yang sudah lapuk, akhirnya rumah yang kini ia tinggali sendirian itu kayunya ambruk.
Yang mengenaskan, ambruknya kayu rumah di bagian tengah itu terjadi pada saat musim hujan kemarin.
Sehingga setiap saat hujan turun, seluruh bagian rumahnya tergenangi air hujan. Mulai ruang tengah, dua kamar tidur dan tuang tamu.
“Saya sempat beberapa waktu akhirnya tidur di teras rumah, juga sempat sakit demam, karena kondisi itu, karena kecapekan dan kedinginan tidur diluar,” kata Wawan, yang meneruskan profesi bapaknya sebagai loper koran itu.
Untung saja juga ada saudaranya yang bersedia membantu untuk merehab rumah tersebut, meski tidak sampai tuntas. Sehingga bantuan yang ia terima dari Baznas Sidoarjo, katanya akan dipakai untuk meneruskan proses rehab yang belum selesai.
”Saat ini sudah saya bangun dengan bantuan saudara terdekat sebesar Rp6 juta, tapi saya tidak tahu apa dengan dana itu bisa cukup untuk dipakai merehab seluruhnya, rumah saya yang ambruk itu,” kata Wawan.
Karena menurut bujangan itu, saat ini dana yang ada banyak dipakai untuk membeli kayu dan sebagainya serta ongkos tukang yang saat ini terbilang mahal. Tiap harinya sebesar Rp125 ribu.
Sehingga Wawan memohon pihak desanya atau dari Pemkab Sidoarjo dan lembaga terkait, bisa membantu dirinya untuk merehab kembali membangun rumah peninggalan orang tuanya yang ambruk itu.
”Saya sebenarnya malu minta bantuan, tapi bagaimana lagi, sebab kondisi saya seperti ini,” kata pria yang mengaku hanya bekerja sebagai loper koran saja itu.
Dari Pemdes Bluru Kidul yang dikonfirmasi terkait ambruknya rumah salah satu warganya yang kurang mampu itu sempat mengaku akan koordinasi dengan Kepala Dusun, barangkali ada program bedah rumah bagi warga miskin. Namun sejauh ini belum ada kabar beritanya.
Pihak BAZNAS Sidoarjo, juga memberikan informasinya, baru saja menyerahkan bantuan serupa untuk merehab rumah warga kurang mampu di Ds Wonoayu Kec Wonoayu, Sujadi, 60, di RT 04 RW 01.
Pihak Baznas Sidoarjo memberikan informasinya, selama ini banyak menyalurkan bantuan untuk merehab rumah bagi warga kurang mampu di Kab Sidoarjo. Juga menyalurkan bantuan untuk membantu biaya berobat dan biaya sosial bagi warga Sidoarjo yang kurang mampu. (kus)

Tags: