Bawaslu Jombang Ungkap Hasil Pengawasan Pelaksanaan Pemilu 2019

Media Gathering di Kantor Bawaslu Kabupaten Jombang beberapa waktu yang lalu. [Arif Yulianto/ Bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang mengungkapkan hasil pengawasannya sepanjang tahapan Pemilihan Umum (Pemilu 2019). Sejumlah persoalan berkaitan dengan pengawasan Pemilu berhasil ditangani. Sekadar diketahui, hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Jombang tersebut pernah disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Jombang, Ahmad Udi Masjkur dan anggota komisioner lainnya saat menggelar media gathering bersama sejumlah awak media di Jombang beberapa waktu yang lalu di Ruang Pojok Pengawasan, Kantor Bawaslu Kabupaten Jombang di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
Menurut data yang dihimpun oleh wartawan Kamis (13/06), Bawaslu Kabupaten Jombang telah selesai menangani persoalan di semua tahapan mulai tahap kampanye hingga proses rekapitulasi. Di tahapan masa kampanye, Bawaslu Kabupaten Jombang berhasil menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) sebanyak 1.785 dari total APK terpasang sebanyak 18.626. Sedangkan di masa tenang, ada 11.842 APK yang ditertibkan.
Sedangkan di tahap pemungutan suara, pihak Bawaslu berupaya untuk memaksimalkan pengawasan hingga di tingkat TPS dengan membentuk 4.299 Pengawas TPS untuk mengawasi masing-masing TPS.
“Proses pengawasan saat pemungutan suara hasil pengawasan baik, tidak terjadi pemungutan suara ulang di Jombang,” terang Ketua Bawaslu Jombang, Ahmad Udi Masjkur kepada wartawan, Kamis (13/6).
Udi juga mengungkapkan, dari hasil pengawasan rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019 di 21 kecamatan atau di 4.299 TPS , terdapat 97 TPS yang melakukan proses buka kotak suara, dan 70 TPS dilakukan hitung ulang.
“Jumlah TPS buka kotak ketika rekapitulasi perolehan suara, terbanyak di Kecamatan Mojowarno yakni 32 TPS. Sedangkan jumlah TPS hitung ulang ketika rekapitulasi perolehan suara, tercatat Kecamatan Diwek terbanyak sejumlah 23 TPS,” beber Udi.
Sementara, mengenai penanganan pelanggaran selama pemilu 2019, Bawaslu Jombang telah meregister 530 dugaan pelanggaran yang terdiri dari 529 temuan dan 1 laporan.
“Penanganan pelanggaran, administrasi putusan ada 2, administrasi rekomendasi ada 524, dan 4 penanganan pelanggaran lainnya,” tuturnya.
Masih menurut Udi, ada sejumlah sengketa proses yang terjadi pada pemilu 2019 di Kabupaten Jombang. Ada 4 sengketa pada tahapan pencalonan, dan telah menghasilkan 4 putusan.
Sengketa proses Bawaslu Kabupaten Jombang ini, sambung Udi, telah melalui proses mediasi dan ajudikasi sesuai Peraturan Bawaslu No 5 Tahun 2019 tentang perubahan ketiga atas peraturan Bawaslu No. 8 Tahun 2017 tentang tata cara penyelesaian sengketa proses pemilu.
“Hasil penyelesaian sengketa, ada 3 putusan kesepakatan mediasi, dan 1 putusan gugurnya permohonan,” pungkasnya.(rif)

Tags: