Banyak Jalan Berlubang di Kota Malang, Sutiaji Minta Maaf

Wali Kota Malang Sutiaji saat berdialog dengan pengurus PWI Malang, Senin 18/3 kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Diguyur hujan beberapa Minggu terakhir ini, membuat sejumlah inftastruktur terutama jalan di Kota Malang rusak  dan berlubang. Jalan berlubang membahayakan pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan sudah menjadi korban akibat terperosok dan jatuh.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji meminta maaf kepada masyarakat karena belum bisa menyelesaikan masalah ini lantaran terbentur aturab. Namun demikian ia mengaku akan segera melakukan perbaikan jalan, meski perbaikan tersebut tidak bisa langsung dilakukan.
“Saya meminta maaf jika darurat jalan rusak. Kondisinya sudah saya sampaikan di pertemuan RW se-Kota Malang beberapa waktu yang lalu,” kata Sutiaji disela-sela pertemuan dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, Senin 18/3 kemarin.
Sutiaji yang juga seorang ustadz ini, lebih jauh menyatakan, ada sejumlah kendala yang dialami pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan. Diantaranya, kondisi jalan yang memang belum waktunya dibenahi, namun sudah rusak. Terkait hal ini, Sutiaji memang mengakui jika kualitas aspal yang kurang bagus. Sehingga mudah rusak sebelum waktunya.
“Kendalanya, ada jalan yang belum waktunya dibenahi. Sehingga jika kita benahi, jelas terbentu aturan. Misalnya, kualitas jalan ada yang seharusnya setelah tiga tahun baru bisa dibenahi, ternyata baru 1,5 tahun sudah rusak. Nah, kalau seperti ini kita tidak bisa langsung membenahi,” ungkapnya.
Kendala lainnya, adalah terkait waktu lelang, ia menyebut di Jalan Candi Panggung misalnya, pemerintah memang menganggarkan perbaikan jalan di tahun ini. Namun saat ini masih proses lelang, sehingga perbaikan jalan baru bisa dilakukan setelah proses lelang tuntas.
“Ada lagi kasus jalan yang sudah masuk perencanaan tahun 2019, tetapi masih proses lelang. Mau tidak mau saat ini tidak bisa dilakukan perbaikan. Belum lagi kualitas aspal, maka nanti akan saya cek langsung ketika nanti ada pekerjaan perbaikan jalan,” tegasnya.
Sedangkan kendala yang terakhir terkait jalan rusak yang bukan wewenang Pemkot Malang. Menurutnya, ada sejumlah jalan rusak yang berada di bawah wewenang Pemprov Jatim, pemerintah pusat, bahkan lahan PT KAI.
Kalau Pemkot Malang memperbaiki jalan yang bukan wewenangnya maka akan menyalahi aturan. Sehingga perlu koordinasikan. Kalau dipaksakan menjadi temuan.
Pihaknya mengakui, sejauh ini  Pemkot telah melakukan identifikasi berapa banyak jumlah jalan berlubang. Kedepan ia menjamin tidak akan ada lagi jalan berlubang, karena akan diperbaiki secara menyeluruh.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Malang,  Umihanik  berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat terkait kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya di kawasan Jalan Mayjen Sungkono.
Ia mengakui sangat terganggu dengan jalan rusak, apalagi ia pekerja lapangan. Jadi harus ekstra hati-hati ketika melintasi jalan yang rusak. Tak hanya berbahaya bagi keselamatan, jalan rusak juga berpotensi membuat kondisi kendaraan cepat rusak.
“Kita berharap segera ada solusi karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,”tuturnya. [mut]

Tags: