Bantuan Tak Mencukupi, Warga Kabupaten Pasuruan Terpaksa Beli Air Bersih

BPBD Kabupaten Pasuruan memberikan bantuan air bersih kepada Dusun Krajan Barat, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (9/10).

Pasuruan, Bhirawa
Krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan semakin ironi. Sejumlah warga di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, terpaksa membeli air karena bantuan air bersih dari pemerintah daerah tidak tercukupi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (9/10), puluhan warga Dusun Krajan Barat, Desa Karangjati tengah antre mendapatkan bantuan air bersih yang dipasok BPBD Kabupaten Pasuruan menggunakan mobil tangki. Ratusan jerigen ditata rapi di sekitar mobil.
Beberapa warga lain kemudian menyalurkan air ke jerigen dengan selang. Air 5.000 liter dalam tangki dibagikan merata. Setiap kepala keluarga mendapatkan jatah 4 jerigen.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana melalui staf BPBD, Syaiful Bakri menyampaikan setiap desa yang terdampak krisis air mendapatkan tiga tangki air per hari. Sedangkan pembagian air, digilir secara merata untuk semua dusun.
“Pembagian air bersih ini kami jatah tiga tangki untuk setiap desanya. Tapi, karena kekeringan semakin meluas, sehingga dibagi rata untuk semua dusun. Setiap dusun akan mendapatkan giliran mendapatkan pasokan ini seminggu sekali,” ujar Syaiful Bakri di sela-sela membagikan bantuan air bersih.
Keterbatasan armada, lanjut Syaiful, menjadi kendala dalam distribusi air bersih. “Untuk Kecamatan Lumbang ini, hanya satu armada yang menjangkau beberapa desa. Kami punya dua armada. Untuk wilayah lain, ada armada dari Dinsos, Cipta Karya dan PDAM, masing-masing satu mobil,” tambah Syaiful Bakri.
Sejumlah warga yang menerima bantuan air bersih mengakui jatah 4 jerigen untuk minggu tak cukup dalam kebutuhan sehari-hari. Sehingga, dalam mencukupi kebutuhan air, warga terpaksa membeli air dari penjual yang menjajakan air keliling.
“Bantuan dari pemerintah sebanyak 4 jerigen untuk minggu tidak cukup. Karena buat kebutuhan masak, minum dan mandi, jatah 4 jerigen itu akan habis dalam satu hari saja. Itu pun pemakainnya super irit. Untuk sisanya akan membeli air bersih seharga Rp 1.500 per jerigen,” kata Seriani warga Dusun Krajan Barat, Desa Karangjati.
Menurut Seriani, sejak awal musim kemarau, warga kesulitan air bersih. Dikarenakan, sumber mata air dari lereng Gunung Bromo tidak keluar alias kering. Dampaknya, warga di Kecamatan Lumbang mengalami kekeringan.
“Harapan warga disini menginginkan air lancar. Inginkan di depan rumah ataupun di kamar mandi, kalau pengen air tinggal membuka kran, air langsung mengalir. Pemerintah harus carikan solusi, karena air merupakan kebutuhan dasar,” kata Seriani.
Meski demikian, ternyata ada sejumlah warga yang tidak kebagian mendapatkan bantuan ar bersih itu. Padahal, sudah mengantri sebelumnya.
“Saya tidak kebagian air bersih. Karena bantuan air dari pemerintah habis. Terpaksa saya membeli air bersih yang dijual oleh pedagang air perorangan. Saya bersama warga lainnya menginginkan bantuan air bersih ini dilakukan setiap hari, bukan seminggu sekali,” kata Sulistiono, salah satu warga sekitar. [hil]

Tags: