Bank Clethong Raih Top 25 Kovablik Tahun 2018

Gubernur Soekarwo serahkan penghargaan Top 25 Kovablik 2018.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Inovasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) kabupaten Probolinggo berupa “Bank Clethong dan Air Kencing” (BCA) memenangkan penghargaan Top 25 Kovablik 2018 jatim.
Plt. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Achmad Arief, Rabu (24/10) mengatakan, dengan keberhasilan ini potensi yang dimiliki Kabupaten Probolinggo dan menambah deretan prestasi yang sudah diraih di tingkat regional dan nasional.
Achmad Arief menambahkan, diraihnya penghargaan ini membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo semakin maju dan berkembang. “Semoga penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi perangkat daerah yang lain di Kabupaten Probolinggo untuk kreatif dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” harapnya.
Secara garis besar BCA merupakan terobosan kolaborasi Pemkab Probolinggo dalam hal ini Disnak dan Keswan dengan peternak dan kelompok ternak. Secara garis besar cara kerja layanan BCA ini adalah menampung, mengolah dan memasarkan produk clethong dan air kencing ternak serta melaksanakan layanan kepada nasabah dengan klaim yag diajukan.
Peternak sebagai nasabah BCA berkewajiban melaksanakan setoran berupa kotoran ternak, selanjutnya kelompok tani sebagai mitra BCA mengolah dan memasarkan produk kotoran ternak serta memfasilitasi klaim nasabah. Sementara Disnak dan Keswan melaksanakan klaim pelayanan kepada nasabah.
Tabungan berupa kotoran dan kencing sapi menjadi gagasan drh. Amir Syarifuddin untuk mengatasi limbah ternak. Dengan memanfaatkan kotoran dan kencing ternak, tak hanya limbah ternak yang teratasi, peternak juga mendapat nilai tambah secara ekonomi. Kotoran dan air seni ternak dulunya dibuang begitu saja.
Namun kini, kotoran dan air kencing itu memiliki nilai tambah. Adalah drh. Amir Syarifuddin yang membuat terobosan jitu dalam hal kolaborasi antara model pengelolaan limbah kotoran ternak dengan pelayanan Disnak Keswan.
Gagasan itu mulanya dilator belakangi keprihatinan pada kondisi para peternak yang penghasilannya masih rendah. Hingga kemudian muncul ide membuat Bank Celetong dan Air kencing ternak (BCA). Ide itulah yang membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) keluar sebagai pemenang dalam lomba inovasi daerah Kabupaten Probolinggo tahun ini.
Dalam program BCA itu, ada tiga unsur yang ada di dalamnya. Mulai unsur dari Disnak Keswan sebagai bank atau pemilik program; unsur kedua kelompok petani menjadi mitra BCA; ketiga adalah para peternak sebagai nasabahnya. Dimana, ketiga unsur ini saling memberikan anfaat.
Amir yang juga kabid Perbibitan dan Produksi Ternak itu mengatakan, pengelolaan limbah kotoran ternak saat ini belum optimal. Akibatnya, kotoran ternak tersebut mencemarkan lingkungan. Padahal, kotoran ternak dan air kencing itu bisa dikelola dan memberi nilai tambah penghasilan bagi peternak.
BCA ini mulai ada tahun kemarin. Saat ini sudah ada dua kelompok tani yang menjadi mitra BCA, yakni Kelompok Tani Cempiring di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton dan Kelompok Bumi Ayu di Desa Ranuwurung, Kecamatan Gading.
“Nasabah dalam hal ini peternak, memanfaatkan kotoran sapi atau air kencing untuk ditabung. Satu sak kotoran sapi ukuran Rp 50 kilogram dihargai Rp 3 ribu. Kalau setoran air kencing dihargai Rp 1.000 per liternya,” tuturnya.
Pupuk padat dijual dengan harga Rp 20 ribu tiap sak. Masing-masing sak berisi 40 kilogram dan pupuk cair harga Rp 24 ribu per liter. “Tahun kemarin, dengan total 130 nasabah, bisa menghasilkan seribu ton pupuk padat dan 1.600 liter pupuk cair,” paparnya.(Wap)

Tags: