Bangga Menari Klono Sewu

Budi Nugroho

Budi Nugroho
Pemandangan yang jarang terjadi ketika seorang kepala dinas ikut berbaur bersama, menari dengan ribuan penari menggunakan kostum lengkap layaknya seorang penari profesional di sebuah acara. Namun pemandangan tersebut ditemukan saat Pergelaran Kolosal Tari Klono Sewu di Alun-Alun Jombang, Jumat (6/9). Dia adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, drg Budi Nugroho lah orangnya.
Ikut menari bersama para penari lainnya di Alun-alun Jombang kata Budi Nugroho adalah salah satu caranya untuk membuat ‘mainstream’ budaya. Meskipun, jika tidak jeli, penonton maupun hadirin belum pasti tahu jika dari ribuan penari tersebut, satu di antaranya merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, karena seluruh penari mengenakan topeng. “Jadi saya juga harus memberikan contoh dan menyemangati. Saya yakin akan berbeda ketika saya bersama-sama para peserta didik, utamanya guru kesenian,” kata Budi Nugroho.
Budi Nugroho mengaku sangat bangga bisa membawakan secara langsung Tari Klono Sewu yang merupakan tarian asli dari Kabupaten Jombang yang bersumber dari salah satu lakon dari Wayang Topeng Jatiduwur, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
“Saya kira ini khas Jombang ya, gerakannya hampir sama dengan Remo (Tari Remo), dan ini berkembang dari sebuah desa dan kemudian menjadi besar dan sampai sekarang peraganya juga masih ada,” papar Budi Nugroho.
Budi Nugroho menuturkan, dengan telah diakuinya Wayang Topeng Jatiduwur, Kesamben, Jombang sebagai Warisan Budaya Tak Benda, pihaknya ingin memviralkan budaya asli dari Kabupaten Jombang tersebut. “Utamannya generasi milenial, peserta didik kita betul-betul memahami jati diri kita.
Selain itu pihaknya akan terus menggali kebudayaan dan kesenian asli dari Kabupaten Jombang. Apalagi dalam waktu dekat akan ada dua pengakuan lagi bagi dua kesenian dan kebudayaan dari Kabupaten Jombang, salah satunya yakni, kesenian Besutan (Besut).
Lebih lanjut dikatakannya, penguatan pendidikan karakter merupakan dari dimensi olah rasa. Salah satu salurannya yakni dengan Pergelaran Tari Klono Sewu yang ditampilkan di Alun-Alun Jombang tersebut. “Untuk menanamkan betul bahwa, di sekolah itu bukan hanya akademik, dari sisi kesenian dan budayanya dari dimensi olah rasa, lha ini yang kita tunjukkan kepada peserta didik,” pungkasnya. [rif]

Rate this article!
Bangga Menari Klono Sewu,5 / 5 ( 1votes )
Tags: